nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asumsi Harga Minyak Turun Demi Subsidi

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2016 13:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 15 320 1415730 asumsi-harga-minyak-turun-demi-subsidi-34nUDkiGLU.jpg Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah tetap mempertahankan angka ICP USD40 per barel dalam asumsi Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016. Angka tersebut pun menuai banyak pertanyaan dari anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena turun dari sebelumnya USD45 per barel.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara menuturkan, bila dipaksakan angka ICP ke USD45 barel maka akan ada beban sektor migas yang bertambah dan mempengaruhi pendapatan negara.

"ICP naik maka penerimaan negara dari sektor migas meningkat. Tapi di sisi lain subsidi naik karena kita punya subsidi di solar dan subsidi listrik yang energinya menggunakan solar," ujarnya di ruang rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

(Baca Juga: Asumsi Harga Minyak Diusulkan USD40 per barel)

Suahasil menambahkan, bila anggota dewan melihat hanya sebatas netto, kenaikan ICP memang memiliki dampak yang luar biaya, apalagi bagi penerimaan negara menghasilkan Rp660 miliar. Aritnya ICP naik USD1 dolar anggaran surplus Rp660 miliar, bila naiknya USD5 dolar maka penerimaan menjadi Rp3,3 triliun.

"Tapi memang kaitannya bukan hanya dinetokan. Tapi subsidi juga meningkat, jadi bagaimana kita membayarnya, itu penting," terangnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini