Anggaran Penyediaan Perumahan Bakal Dipangkas Rp355,3 Miliar

Fhirlian Rizqi Utama, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2016 18:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 15 320 1416077 anggaran-penyediaan-perumahan-bakal-dipangkas-rp355-3-miliar-4SCSSq5W53.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengusulkan untuk dilakukannya pemangkasan belanja sebesar Rp355,3 miliar dalam pagu APBN-P tahun ini.

"Pada APBN-P tahun 2016 ini kami mengusulkan penghematan anggaran sebesar Rp 355,3 miliar untuk program penyediaan perumahan," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/6).

Syarif menjelaskan, perubahan anggaran pada APBN-P 2016 menjadi dasar penghematan dan penambahan anggaran dalam rangka pembangunan infrastruktur dalam mendukung pelaksanaan kegiatan olahraga Asian Games 2018 mendatang. Jadi meski ada penghematan anggaran, Ditjen Penyediaan Perumahan juga memperoleh penambahan anggaran yang cukup signifikan. (Baca juga: Pengembang Boleh Jual Rumah Meski dalam Tahap Pembangunan)

"Pagu awal anggaran yang dikelola oleh Ditjen Penyediaan Perumahan sebesar Rp7,697 triliun dan dilakukan penghematan Rp355,3miliar. Namun dalam rangka mendukung Asian Games 2018 kami mendapat tambahan anggaran Rp800 miliar. Jadi total pagu akhir yang kami kelola jumlahnya Rp8,12 triliun," ujarnya.

Penghematan belanja, imbuh Syarif, dilakukan dengan pemblokiran mandiri terhadap anggaran yang dikelola oleh Satker yang ada. pemblokiran Satker di pusat (8 Satker) sebesar Rp 297,9 miliar, Satker Non Vertikal Tertentu (SNVT) sebanyak 19 Satker sebesar Rp53,4 miliar, dan Satker Dekonsentrasi (34 Satker) sebesar Rp 4miliar.

Terkait rincian penghematan berdasarkan kegiatan berupa pengurangan volume rumah susun sebanyak 1.184 unit (Rp110 miliar), rumah khusus berkurang 444 unit (Rp47 miliar), program peningkatan kualitas rumah swadaya berkurang 790 unit (Rp12 miliar), bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) rumah umum sebanyak 17.000 unit (Rp152,3miliar) dan dukungan manajemen dan perencanaan seperti operasional dan gaji berkurang Rp32,9miliar.

Adanya pengurangan volume Rusun dan Rusus selain karena penghematan juga karena penyesuaian tipologi dan harga satuan. Total unit hunian dari 112.992 unit berkurang menjadi 110.574 unit. (Baca juga: Jokowi Teken PP Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman)

"Khusus untuk penambahan anggaran APBN - P 2016 sebesar Rp 800 miliar akan digunakan untuk percepatan pembangunan rumah susun atlet Kemayoran. Pembangunan dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak 2016 - 2017 sebanyak 10 tower," tandasnya.

(rzk)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini