Proyek Reklamasi Galangan Kapal Disegel

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2016 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 15 470 1415912 proyek-reklamasi-galangan-kapal-disegel-E3ZiQ1kL2Q.jpg Ilustrasi: Shutterstock

CIREBON – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel proyek reklamasi galangan kapal (dok) di Pelabuhan Cirebon milik PT Gamatara Trans Ocean Shipyard. Penyegelan dilakukan setelah Wakil Ketua Komisi IV DPR Her man Khaeron bersama Dirjen Penegakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek tersebut.

Berdasar kan hasil sidak, ditemukan dugaan pelanggaran aturan atas reklamasi yang dilakukan perusahaan tersebut. Pelanggaran itu, di antaranya luas areal yang direklamasi melebihi izin, ketiadaan design engineering detail (DED), dan tak ada izin lingkungan hidup dari KLHK. (Baca juga: Reklamasi Batam, Pemkot Panggil Pejabat Terkait)

Herman Khaeron menyatakan, penyegel an atas proyek reklamasi dok itu telah dilakukan sejak satu ming gu lalu.

“Lokasi yang off side sudah kami segel, kami juga menempatkan tim pengawas di sana. Ada akses jalan yang semestinya tak ada, juga telah disegel sehingga ada dua segel di sana,” ungkapnya.

Dia membeberkan, izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang dimiliki PT Gamatara Trans Ocean Shipyard merupakan izin amdal yang terinteg rasi dengan Pelabuhan Cirebon.

Namun, justru amdal reklamasi galangan kapal tidak ada. Menurut dia, harus ada pengkajian atas rencana kerja dari reklamasi masing-masing blok untuk memastikan dampak terhadap lingkungan hingga pendapatan masyarakat. Pasca penyegelan, pihaknya berencana menyusun jenis pelanggaran dan ancaman sanksi melalui tim penyidik.

“Tim sedang menyusun jenis pelanggaran dan sanksi yang akan dikenakan terhadap pelanggar,” sebutnya.

Dia mengemukakan, reklamasi yang tak memerhatikan dam pak lingkungan berpotensi menimbulkan banjir rob di kampung pesisir karena pengurugan yang dilakukan akan membuat air laut naik dan berbelok mengarah ke permukiman di sekitarnya.

“Air laut akan naik karena arusnya akan bertabrakan dan berbelok ke permukiman akibat tertahan material urugan,” jelasnya.(Baca juga: Soal Reklamasi, Intiland Tetap Berkiblat pada DKI Jakarta)

Meski begitu, dia meyakinkan, pihaknya mendukung pembangunan apapun, selama sesuai dengan aturan dan berdampak positif bagi masyarakat.

Dia meng ingatkan, reklamasi seharusn ya tak merugikan dan berdam pak positif bagi lingkungan dan masyarakatnya. Diberitakan sebelumnya, reklamasi dok senilai sekitar Rp100 miliar milik PT Gamatara Trans Ocean Shipyard diselidiki Di rektorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (LH) dan Kehutanan KLHK karena disinyalir adanya pelanggaran, 27 Mei lalu.

Sinyalemen itu ditemukan kala Herman Khaeron melakukan sidak bersama Dirjen Pe ne gak an Hukum LH dan Kehutanan KLHK. Dalam ke sempatan itu, Dirjen Penegakan H ukum LH dan Kehutanan Rasio Ridho Sani meyakinkan, bakal segera melakukan penyelidikan dengan menempatkan jajarannnya.

“Menanggapi persoalan pemenuhan izin areal reklamasi, kami akan melakukan langkah hukum. Berbagai persoalan dugaan pelanggaran akan diselidiki,” janjinya.

Sementara itu, Direktur PT Ga matara Trans Ocean Shipyar Mua rif kala itu mengklaim, proyek reklamasi seluas 4 hektare ter sebut sudah mengantongi sejumlah izin, yakni izin reklamasi dan terminal untuk ke perluan sendiri (TUKS) dari Kementerian Perhubungan, dokumen upaya pengelolaan lingkungan/ - upaya pemantauan lingkungan (UKL/UPL) dari Kantor Ling - kungan Hidup Kota Cirebon, dan izin lingkungan.

Disinggung adanya sejumlah aturan yang dilewati dalam proyek tersebut, dia berdalih, bila harus menunggu semua proses selesai dipastikan membutuhkan waktu lama. Pihaknya menargetkan akhir tahun ini proyek yang di mulai sejak 2013 itu sudah selesai.

Dengan begitu, tahun depan sudah bisa beroperasi. Menurutnya, Pelabuhan Cirebon diuntungkan dengan in vestasi yang sudah digelontorkan pihaknya.

“Kami kan hanya memiliki hak guna bangunan, kalau tanahnya nanti milik pemerintah melalui KSOP,” ujarnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini