nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ICP USD40/Barel, Penerimaan Migas Jadi Rp110 Triliun

Hendra Kusuma, Jurnalis · Kamis 16 Juni 2016 14:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 06 16 20 1416833 icp-usd40-barel-penerimaan-migas-jadi-rp110-triliun-qy8uIcgded.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menghitung ulang penerimaan minyak dan gas (migas) negara, pasca-perubahan Indonesia Crude Price/ICP pada postur APBN 2016.

Ketua BKF Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, dalam RAPBNP 2016 pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR telah menetapkan ICP menjadi USD40 barel per hari (bph).

"Kita sudah menghitung ulang potensi penerimaan migas negara," kata Suahasil di Ruang Banggar, Jakarta, Kamis (16/6/2016).

(Baca Juga: Gantikan Rini, Menkeu Pangkas Anggaran Kementerian BUMN Rp95 Miliar)

Pada APBN 2016, telah ditetapkan ICP USD50 barel dengan potensi penerimaan sebesar Rp126,08 triliun. Namun, dengan menurunnya harga minyak dunia belakangan ini menjadi dasar pemerintah kembali mengubah asumsi dasar ICP menjadi USD40 barel.

Lanjut Suahasil, dengan ICP menjadi USD40 barel maka potensi penerimaan migas dari PPh migas menjadi Rp41,44 triliun, PNBP migas naik menjadi Rp74,1 triliun.

"Sehingga potensi penerimaan totalnya Rp110,472 triliun termasuk penerimaan migas," tandasnya.

Mengenai lifting minyak ditetapkan pada RAPBNP 2016 sebesar 820 ribu barel per hari (bph), lifting gas bumi 1,15 juta bph, cost recovery USD8 miliar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini