nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemangkasan Anggaran Kementerian BUMN Rp95 Miliar Dinilai Terlalu Kecil

Danang Sugianto, Jurnalis · Kamis 16 Juni 2016 14:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 16 320 1416879 pemangkasan-anggaran-kementerian-bumn-rp95-miliar-dinilai-terlalu-kecil-DfpEmhSWI6.jpg Gedung Kementerian BUMN. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian BUMN mengajukan pemangkasan anggaran dalam RAPBN-P 2016 sebesar Rp95,077 miliar kepada Komisi VI DPR. Namun tidak seluruh anggota menyetujuinya, salah satunya Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN Primus Yustisio.

Menurut Primus, besaran pemangkasan anggaran tersebut masih terlalu kecil. Pasalnya kinerja Kementerian BUMN masih belum optimal. Terlihat dari penyerapan anggaran di semester I-2016 hanya sekitar 14,69 persen atau Rp50,67 miliar dari pagu awal sebesar Rp345 miliar.

Berdasarkan perhitungan mantan artis pameran Panji Manusia Millenium itu, seharusnya anggaran Kementerian BUMN dipangkas sebesar Rp185 miliar.

"Pemotongan Rp95 miliar terlalu kecil, harusnya Rp185 miliar, cukup kasih sekretariat, toh mereka punya partner BUMN yang mereka bina. Anggaran dipotong lebih 50 persen. Mereka tidak bekerja cukup cakap, ini jadi perhatian khusus," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/6/2016).

Selain itu, dari pemotongan Rp185 miliar yang diusulkan tersebut, Primus meminta Rp20 miliarnya dialokasikan untuk para Tenaga Ahli DPR RI."Rp20 miliar diberikan kepada tenaga ahli fraksi. Kalau anda (Menteri Keuangan) bisa melakukan hal itu, anda jadi pahlawan kami semua," pintanya.

Kemudian Anggota Komisi VI Bambang Haryo Soekartono menambahkan, hingga saat ini para Tenaga Ahli DPR belum mendapatkan gaji ke-13 dan ke-14 sejak setahun yang lalu, tidak seperti yang didapatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Padahal sebenarnya ada anggaran yang ditujukan untuk tunjangan Tenaga Ahli DPR tersebut.

"Kami mendapat titipan dari tenaga Ahli kami yang di mana sudah mengajukan kepada Menkeu, dan anggarannya sudah ada. Ini tidak diberikan sama sekali mulai tahun lalu sampai sekarang gaji ke-13 ini. Mereka bekerja keras sampai jam 5 pagi. Rata-rata mereka juga sering mewakili dalam rapat. Mohon segera direalisasikan," tambah Bambang.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini