Share

Tax Amnesty Perkuat Pasar Keuangan

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2016 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 21 20 1421025 tax-amnesty-perkuat-pasar-keuangan-yMhmo2rrcQ.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty mulai Juli tahun ini diyakini akan memperkuat pasar keuangan yang mencakup pasar uang, pasar obligasi, dan pasar saham akibat derasnya arus investasi masuk (capital inflow) ke Tanah Air.

Masyarakat Indonesia diminta memanfaatkan momentum tersebut dengan memainkan peran yang lebih besar sebagai investor di pasar keuangan. Dua anak usaha yang berada di bawah naungan PT MNC Investama Tbk yakni MNC Securites dan MNC Asset Management siap membantu masyarakat yang menginginkan nilai dananya tumbuh signifikan.

Selain itu, keterlibatan masyarakat Indonesia juga penting sebagai upaya memperluas basis investor lokal di pasar keuangan.

Direktur Eksekutif Centerfor Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, total aset yang akan dideklarasikan lewat beleid tax amnesty mencapai Rp3.000 triliun, baik aset maupun kas.

Dari jumlah tersebut, dari dalam negeri Rp2.000 triliun dan dari luar negeri Rp1.000 triliun.

”Dampaknya rupiah akan kuat dan suku bunga akan bergerak turun, bursa efek pun akan menguat. Ini kesempatan kalau mau beli saham atau reksa dana,” kata Yustinus saat menjadi pembicara di Investor Gathering & Talkshow MNC Financial Services: Peluang, Tantangan, dan Strategi Menghadapi Tax Amnesty 2016 di Hotel Akmani, Jakarta.

Yustinus mengatakan, pemerintah menginginkan masyarakat Indonesia yang selama ini belum membayar pajak secara benar ikut tax amnesty dengan membayar tebusan rendah 2 persen dari total aset untuk periode pertama.

Dengan tarif yang rendah tersebut, pemerintah menginginkan agar aset itu ditanamkan di Indonesia melalui berbagai instrumen investasi yang ditawarkan secara beragam.

”Pemerintah minta ditanamkan di Indonesia minimal tiga tahun supaya bisa memutar ekonomi Indonesia. Tahun pertama harus ditaruh di SBN (surat berharga negara), bisa diganti pada tahun kedua ke produk investasi prioritas seperti infrastruktur, tahun ketiga mau ganti yang lain terserah,” ungkap Yustinus.

Direktur MNC Kapital Wito Mailoa menilai, potensi dana yangakanmasukdari tax amnesty ke pasar keuangan relatif besar.

Dia menyebut gabungan nilai kapitalisasi pasar tujuh emiten besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau yang dikenal dengan istilah saham bluechip pun ditaksir mencapai Rp2.000 triliun.

”Jadi (aset yang masuk dari tax amnesty) ini sekitar separuh dari nilai kapitalisasi market kita. Jadi luar biasa besar yang akan kita lihat masuk,” imbuhnya.

Direktur Utama MNC Securities Susy Meilina menuturkan, MNC Securites merupakan salah satu perusahaan sekuritas atau broker lokal di tengah keberadaan broker-broker asing. Jumlah broker asing di Indonesia disebutnya mencapai 60-70 persen.

”Di sinilah PR kami MNC Securities sebagai broker lokal untuk terus menggali grassroot , menggali investor lokal. Kami ingin berkontribusi terhadap capital market Indonesia karena seharusnya dikuasai orang Indonesia, bukan asing,” kata Susy.

Susy memberikan tips bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dipasar keuangan. Tips tersebut antara lain mendiversifikasi produk investasi, fokus kepada apa yang dipahami, berorientasi jangka panjang, percaya kepada manajemen yang bersih, menggunakan dana cadangan, dan berani mengambil keputusan berbeda dengan investor lain.

”Kita juga siap membantu para investor yang ingin trading saham sendiri dengan produk kita, MNC Trade. Tidak hanya trading saham, kita juga membantu pemerintah dalam menjual produk-produk ritel, seperti SBN, sukuk,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT MNC Asset Management Frery Kojongian menambahkan, kebijakan tax amnesty perlu dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk mempersiapkan rencana investasi.

MNC Asset Management, kata Frery, menawarkan sejumlah produk investasi berupa reksa dana yang memberikan imbal hasil (yield) yang tinggi kepada investor.

”Kami mengeluarkan beberapa jenis reksa dana: ada MNC Dana Lancar (pasar uang), MNC Dana Likuid (pendapatan tetap), MNC Dana Kombinasi (campuran), sampai MNC Dana Ekuitas untuk saham.Produk unggulan kami reksa dana saham selama tujuh tahun itu yield- nya per tahun 17,39 persen,” kata dia.

Dia mengatakan, reksa dana merupakan produk investasi yang cocok bagi investor yang tidak terlalu mengenal pasar keuangan.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, hasil investasi reksa dana pun tidak dikenai pajak karena bukan merupakan objek pajak. Selain itu, dana yang dikelola pun relatif aman karena manajer investasi menyerahkan dana tersebut untuk disimpan di bank kustodian.

Aktivitas perusahaan pun diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ”Kita juga akan launch reksa dana terproteksi, 100 persen investasi diproteksi untuk obligasi intiland, ratingnya A-. Settlemen- nya 8 Agustus dengan return 9,25 persen per tahun, nett ,” pungkas Frery.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini