nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sahkan APBN-P 2016, Menkeu hingga Gubernur BI Datangi DPR

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2016 12:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 06 21 20 1421066 sahkan-apbn-p-2016-menkeu-hingga-gubernur-bi-datangi-dpr-tKubPBhdpJ.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menggelar rapat kerja pembahasan postur sementara Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2016 dengan pemerintah.

Dalam pemaparan, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan, hasil rapat Panja A terhadap postur sementara APBNP-P 2016. Asumsi dasar makro ekonomi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen atau turun 5,3 persen dari RAPBN-P 2016.

"Sementara untuk Rupiah, akan dipatok dalam asumsi makro di postur APBN-P pada Rp13.500 per USD atau lebih rendah dari asumsi makro APBN 2016 sebesar Rp13.900 per USD. Sedangkan untuk inflasi turun menjadi 4 persen dari asumsi makro APBN 2016 sebesar 4,7 persen," papar Bambang di ruang rapat Banggar DPR, Jakarta, Selasa (21/6/2016).

(Baca Juga: Sah, Subsidi Listrik 2016 Ditetapkan Rp50,67 Triliun)

Sedangkan untuk asumsi harga minyak yang telah di bahas di Panja A diputuskan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dalam APBN-P 2016 menjadi USD40 per barel. lifting minyak pada APBN-P 2016 menjadi 820.000 per barel. Lifting gas bumi gas diusulkan 1,150 barel setara minyak per hari.

"Untuk cost recovery migas yang mempengaruhi PPh migas nantinya diusulkan USD11 miliar, namun dalam Panja A diputuskan cost recovery sebesar USD8 miliar,"ujarnya.

Untuk diketahui, dalam rapat kerja dengan Banggar, selain Menkeu turut hadir Menteri PPP/Bappenas Sofyan Djlalil, dan Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly, serta Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini