nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesawat Garuda Delay, Askrindo dan BRI Fasilitasi Pembayaran Klaim Asuransi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2016 08:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 23 320 1422977 penumpang-pesawat-garuda-delay-askrindo-dan-bri-fasilitasi-pembayaran-klaim-asuransi-GGIMl9OuNo.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia group memberikan fasilitas pembayaran klaim asuransi kepada penumpang yang mengalami keterlambatan penerbangan (delay).

Hal ini ditandai dengan penandatangan perjanjian kerjasama sinergi BUMN Layanan Pembayaran Klaim Asuransi Customer Pesawat Garuda Indonesia Group antara PT Askrindo (Persero) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Garuda Indonesia dan PT Citilink Indonesia.

Melalui kerjasama ini, Askrindo akan melakukan Layanan Pembayaran Klaim Asuransi Customer Pesawat Garuda Indonesia Group yang merupakan layanan pembayaran tunai transfer daerah dengan menggunakan sistem Host to Host. Kerjasama yang dilakukan pertama kali ini akan berlaku dalam jangka waktu hingga 28 April 2018. Nantinya, pembayaran klaim tersebut akan disalurkan oleh BRI dari kucuran dana dari Askrindo.

Direktur Utama Askrindo Antonius Chandra S Napitupulu mengungkapkan, kerjasama ini semakin mempererat sinergi BUMN. Askrindo akan melayani pembayaran klaim asuransi penumpang pesawat Garuda dan Citilink yang terkena delay lewat BRI.

"Kalau penumpang Garuda dan Citilink kena delay, maka kita bayar klaim asuransi lewat BRI. Jadi sistemnya itu adalah layanan pembayaran tunai transfer dengan mekanisme host to host," jelas Antonius dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Diharapkan dari sinergi BUMN ini mendapatkan premi sebesar Rp40 miliar per tahun.

(Baca Juga: Kemenhub Ingatkan Garuda dan Sriwijaya Air Tak Lagi Langgar Batas Tarif)

Direktur Utama Garuda Arif Wibowo manambahkan, pembayaran klaim asuransi kepada penumpang maskapai sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

Dengan begitu, maka perusahaan maskapai penerbangan wajib memberikan kompensasi atas keterlambatan jadwal penerbangan yang diakibatkan oleh faktor di luar kendali manusia (force majeur).

"Kita harus refund kepada penumpang sebagai kompensasi keterlambatan maskapai penerbangan kita," tegas dia.

Penumpang yang mengalami delay, berhak menerima ganti rugi atau kompensasi sesuai peraturan yang telah ditetapkan otoritas penerbangan tersebut. Jika penumpang Garuda terkena delay masuk dalam kategori lima, yakni keterlambatan lebih dari 240 menit, maka penumpang berhak menerima ganti rugi sebesar Rp300 ribu.

Jika penumpang Garuda dan Citilink masuk dalam kategori enam, dalam hal ini terjadi pembatalan penerbangan, maka penumpang diberi kebebasan untuk memilih. Yakni memilih untuk mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau menerima ganti rugi sesuai biaya tiket.

"Jadi nanti penumpang akan diberi voucher keterlambatan. Untuk keterlambatan kategori lima dan enam bisa mencairkan vouchernya di kantor cabang BRI. Pencairan voucher di BRI karena BRI punya kantornya di mana-mana, luas jaringannya," tukasnya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini