nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PT KAI Antisipasi Calo Tiket Kereta

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2016 12:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 06 28 320 1427213 pt-kai-antisipasi-calo-tiket-kereta-kTIKz761e3.jpg Ilustrasi : Okezone

BOJONEGORO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengantisipasi agar masyarakat yang memakai jasa kereta api untuk arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini merasa nyaman.

Salah satu yang diantisipasinya yakni adanya calo tiket di stasiun. Menurut Wakil Kepala Stasiun Besar Bojonegoro Wiseno, saat ini keberadaan calo tiket sudah semakin berkurang, bahkan hampir tidak ada.

Dengan adanya sistem tiket harus sama dengan identitas KTP, dia menilai calo tidak akan merajalela dan sulit beraksi. Terlebih, waktu pemesanan (booking ) tiket dibatasi sehingga semakin menyulitkan calo untuk beraksi.

“Kami sudah antisipasi secara teknis tidak bisa terjadi. Jadi, orang yang membutuhkan tiket nanti tetap bisa mendapatkan tiket. Karena ini kalau nggak dibayar dalam tempo tiga jam, yang tadinya ke-block, tiket itu akan terbuka lagi untuk orang lain,” ujarnya kemarin.

Wiseno memastikan tidak ada lagi calo tiket kereta api. Tahun ini kemungkinan calo tidak bisa memperjualbelikan tiket sehingga masyarakat bisa membeli tanpa melalui calo.

Sementara itu, berbagai persiapan dilakukan Stasiun Besar Bojonegoro untuk melayani penumpang kereta api saat arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Salah satu di antaranya memastikan kebersihan fasilitas di stasiun, seperti musala, toilet, pelayanan tiket.

Saat ini setiap hari kereta api barang dan penumpang yang melintas di jalur utara ini sekitar 50-60 kereta api per hari. Setiap 20 menit ada kereta api barang maupun penumpang yang lewat di Stasiun Besar Bojonegoro. Tujuan kereta api yang paling banyak yakni Bojonegoro-Jakarta, Bojonegoro-Semarang, dan Bojonegoro-Surabaya.

Sementara itu, tiket kereta api reguler pada masa angkutan Lebaran yang dijual di beberapa stasiun di Jawa Timur mayoritas sudah habis terjual, sedangkan permintaan masyarakat masih tinggi.

Untuk mengakomodasi hal tersebut, PT KAI menjalankan KA tambahan Lebaran 2016 yang berjalan mulai 23 Juni- 17 Juli 2016. “Di wilayah Daop 8 Surabaya, ada enam kereta api tambahan yang akan dijalankan selama masa angkutan Lebaran 2016 dengan jumlah tempat duduk 3.658 per hari,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto melalui siaran persnya.

Enam KA tersebut terdiri dari empat KA kelas komersial dan dua KA kelas ekonomi Subsidi (PSO). Sementara itu, pemesanan tiket KA tambahan Lebaran 2016 dapat dilakukan di contact center 121, aplikasi KAI Acces pada ponsel, minimarket, Kantor Pos, Pegadaian, agen resmi tiket KA, mesin e-kiosk, dan berbagai channel resmi lainnya.

Pada masa angkutan Lebaran 2016, tarif yang berlaku untuk KA bersubsidi mengacu pada Permenhub No 35/- 2016. Sementara untuk KA komersial, tarif tetap berada pada rentang tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB). “Kami telah menetapkan masa angkutan Lebaran 2016 selama 22 hari, mulai 26 Juni (H-10) sampai 17 Juli (H+10),” pungkasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini