nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemda Perlu Bangun Kawasan Perumahan Oelamasi untuk Dorong Ekonomi

ant, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2016 16:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 07 07 470 1433739 pemda-perlu-bangun-kawasan-perumahan-oelamasi-untuk-dorong-ekonomi-N5snbW3vW6.jpg Ilustrasi

KUPANG - Pemerintah didorong untuk membangun kawasan permukiman dan perumahan di Kabupaten Kupang, tepatnya di wilayah pusat pemerintahan Oelamasi. Hal tersebut dinilai penting guna mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Sudah enam tahun lamanya Oelamasi bertumbuh menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kupang setelah sebelumnya numpang di wilayah Kota Kupang, namun tidak terlihat ada geliat ekonomi yang membawa perubahan terhadap kehidupan masyarakat setempat," kata Thobias Henuk, salah seorang tokoh masyarakat dari Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Kamis (7/7/2016).

Dalam sebuah diskusi ringan dengan Antara di Oelamasi, sekitar 38 km timur Kota Kupang, Henuk melihat hadirnya pusat pemerintahan di Oelamasi itu tidak membawa perubahan terhadap geliat ekonomi masyarakat, karena semua pegawai bermukim di wilayah Kota Kupang.

"Para pegawai tidak pernah membelanjakan uangnya kepada masyarakat sekitar, karena umumnya tinggal di wilayah Kota Kupang. Jika mereka bermukim di Oelamasi, tentu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dari uang yang dibelanjakan," ujarnya.

Dia mengatakan, warga Kuimasi yang berdomisili di kawasan Oelamasi, sama sekali tidak merasakan manfaat apa-apa dari hadirnya pusat pemerintahan Kabupaten Kupang di Oelamasi.

Menurut Henuk, ketika pusat pemerintahan berada di Oelamasi, seharusnya para pegawai Kabupaten Kupang juga harus berdomisili di kawasan Oelamasi, agar bisa membawa perubahan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil yang bermukim di sekitar Oelamasi.

"Gaji para pegawai pemerintah di Kabupaten Kupang berasal dari pajak rakyat Kabupaten Kupang, tetapi uang mereka dibelanjakan di Kota Kupang, sehingga tampak sangat ironis," ujarnya.

Menurut dia, Bupati Ayub Titu Eki harus bisa bersikap tegas untuk mewajibkan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Kupang supaya tinggal dan menetap di Oelamasi.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga perlu berpikir untuk membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar Oelamasi, sehingga tampak ada kehidupan setelah jam kantor pegawai berakhir.

Lahan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kupang di Oelamasi seluas sekitar 400 haktare, namun yang baru dimanfaatkan 100 hektare untuk pembangunan perkantoran pemerintah.

"Lahan yang ada masih sangat luas untuk membangun fasilitas perumahan bagi pegawai, sehingga mereka tidak terlalu merasa kelelahan di jalanan yang jauhnya mencapai 30-an kilometer," ujarnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini