nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Mentah Menghangat Berkat Data Tenaga Kerja AS

Budi Sunandar (Sindo TV), Jurnalis · Sabtu 09 Juli 2016 12:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 07 09 320 1434457 harga-minyak-mentah-menghangat-berkat-data-tenaga-kerja-as-i21OWRt2EL.jpg Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Okezone)

NEW YORK - Harga minyak mentah naik tipis di perdagangan volatile. Meski demikian, harga minyak mentah Brent malah mengalami penurunan mingguan terbesar dalam hampir enam bulan, karena data pekerjaan AS yang kuat dan bargain hunting oleh investor.

Pasar minyak mentah awalnya naik sekitar 1 persen setelah ekonomi AS mencatatkan data pekerjaan terbesar dalam delapan bulan sejak Juni. Selain itu, adanya berita tentang serangan militan diyakini mengganggu pasokan minyak Nigeria.

Di sisi lain, jumlah rig minyak AS naik, karena mereka menambahkan rig untuk minggu kelima. Analis pun memprediksi kemerosotan pengeboran dalam dua tahun terakhir akan mulai hilang, dan produksi akan mulai naik tipis awal tahun depan.

"Semua sentimen negatif yang bisa menghambat harga minyak mentah telah hilang seiring dengan data pekerjaan AS," kata analis Price Futures Group, Phil Flynn, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (8/7/2016).

Minyak mentah berjangka Brent, LCOc1, berhasil naik 36 sen atau 0,8 persen ke USD46,76 per barel, setelah diperdagangkan antara USD47,23-USD46,15 per barel. Sedangkan minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) berjangka, CLc, ditutup naik 27 sen pada USD45,41 per barel, dengan kisaran USD44,77-USD45,97 per barel..

Kedua benchmark turun hampir 8 persen untuk minggu ini, penurunan mingguan terbesar untuk Brent sejak Januari dan penurunan mingguan terbesar untuk WTI sejak Februari.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini