Macet Parah Saat Mudik, Cermin Dosa Masa Lalu

Dedy Afrianto, Jurnalis · Minggu 10 Juli 2016 06:09 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 09 320 1434634 macet-parah-saat-mudik-cermin-dosa-masa-lalu-eLIwOFS8cx.jpg Ilustrasi jalan tol. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kemacetan parah yang dialami oleh pemudik saat melintasi Tol Pejagan-Brebes hingga berlanjut ke Tegal telah menjadi sorotan banyak pihak. Pemerintah pun dianggap tidak siap dalam mengatasi lonjakan arus kendaraan saat puncak arus mudik.

Minimnya pembangunan infrastruktur sejak zaman reformasi pun disebut sebagai salah satu penyebab utama dari kemacetan yang terjadi. Pasalnya, begitu terdapat infrastruktur baru seperti ruas tol Pejagan-Brebes, pemudik segera memutuskan pilihan untuk meninggalkan jalur selatan dan memilih menggunakan jalur tol saat Lebaran. Terlihat, masyarakat sangat ‘haus’ akan pembangunan infrastruktur.

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengungkapkan, kemacetan panjang yang terjadi hingga 30 km pada saat puncak arus mudik lalu merupakan dampak dari lambatnya program pembangunan infrastruktur di Indonesia. Akibatnya, ketika terdapat infrastruktur baru seperti jalan tol yang terhubung hingga Brebes, masyarakat segera menyerbu prasarana transportasi tersebut.

“Ini juga karena lambatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sudah sangat terlambat. Jadi ya dosa masa lalu lah,” kata Djoko saat dihubungi Okezone.

Menurut Djoko, selama ini pemerintah juga belum mengoptimalkan transportasi publik yang seharusnya menjadi pilihan utama masyarakat untuk mudik. Hal ini pun memiliki efek domino terhadap tingginya konsumsi bahan bakar minyak saat puncak arus mudik. Tak heran, lonjakan konsumsi BBM hingga 200 persen pun terjadi.

“Kita lihat misalnya kapasitas kereta cuma sekitar 950 ribu, padahal bisa lebih dari 1 juta penumpang. Ini yang harus dioptimalkan. Makanya kemarin itu lonjakan kendaraan pribadi sangat tinggi bahkan konsumsi BBM meningkat antara 200-250 persen kan,” jelasnya.

Untuk itu, diperlukan program paralel yang harus segera dilakukan oleh pemerintah, yaitu pembangunan infrastruktur yang diikuti oleh pembenahan transportasi publik. Dengan begitu, maka kemacetan saat arus mudik dapat teratasi dengan berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi.

“Jadi apabila hanya mengandalkan infrastruktur, sampai kapan pun tidak akan menyelesaikan masalah,” tutupnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini