TERPOPULER: Pemerintah Terlalu Andalkan Jalan Tol untuk Atasi Pemudik

Dedy Afrianto, Jurnalis · Minggu 10 Juli 2016 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 10 320 1434961 terpopuler-pemerintah-terlalu-andalkan-jalan-tol-untuk-atasi-pemudik-GDpFGqzR0c.jpg Ilustrasi jalan tol. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan memprediksi total pemudik yang menggunakan kendaran pribadi pada tahun ini meningkat. Untuk pemudik yang menggunakan sepeda motor, diperkirakan terdapat kenaikan hingga 50 persen, dari 3,7 juta sepeda motor pada tahun lalu menjadi 5,6 juta unit sepeda motor pada tahun ini.

Sementara itu, untuk kendaraan roda empat diperkirakan mengalami kenaikan hingga 4,5 persen dari 2,3 juta mobil pada tahun lalu menjadi 2,5 juta mobil pada musim mudik tahun ini.

Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi ini pun tidak terlepas dari euforia masyarakat Indonesia untuk dapat secara bebas menggunakan kendaraan pribadi saat bersilaturahmi di kampung halaman. Namun, pada sisi lain, peningkatan penggunaan kendaraan pribadi ini merupakan cermin dari belum berhasilnya pemerintah menyediakan infrastruktur yang memadai pada sejumlah daerah.

“Karena belum ada pembangunan infrastruktur yang layak pada berbagai daerah. Kita lihat misalnya jalan. Hanya jalan tol yang fokus dibangun oleh pemerintah," kata Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno saat dihubungi Okezone.

"Sementara jalan di desa-desa kan belum. Jadi pemudik ya lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi,” tambah dia.

Hal ini juga diperparah dengan belum tersedianya sarana transportasi seperti angkutan umum pada berbagai daerah pedesaan. Padahal, angkutan umum ini sangat dibutuhkan oleh para perantau untuk melakukan silaturahmi setibanya di kampung halaman.

“Ditambah lagi dengan belum tersedianya sarana transportasi di desa-desa itu. Ini yang menyebabkan masyarakat akhirnya memilih mudik dengan kendaraan pribadi. Kalau tidak (menggunakan kendaraan pribadi) maka mereka akan kesulitan untuk melakukan silaturahmi. Kan tujuan utamanya adalah silaturahmi,” jelas Djoko.

Minimnya pembangunan infrastruktur pada sektor transportasi inilah yang menyebabkan terjadinya kepadatan arus kendaraan, baik saat arus mudik maupun saat Lebaran. Kementerian Perhubungan, Perindustrian, hingga PUPR pun perlu bersinergi untuk menyediakan kebutuhan transportasi para pemudik hingga di kampung halaman demi mencegah terjadinya kemacetan.

“Makanya saat hari H Lebaran pun juga macet kan. Karena pemudik menggunakan kendaraan pribadi untuk silaturahmi ataupun untuk liburan. Jadi perlu upaya dari lintas kementerian untuk mengantisipasi kemacetan ini pada Lebaran yang akan datang,” tutupnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini