Share

PDAM Tirta Handayani, Dari Merugi Akhirnya Raup Untung

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 19 Juli 2016 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 19 320 1441457 pdam-tirta-handayani-dari-merugi-akhirnya-raup-untung-TsMHovSkIG.jpg Ilustrasi : Okezone

PERSOALAN air bersih terkadang masih menjadi catatan bersama. Bahkan ini dinilai menjadi salah satu kelemahan dari Kabupaten Gunungkidul dalam melayani masyarakatnya di mata nasional. Namun, itu bukan berarti Pemkab Gunungkidul berpangku tangan.

Pemkab terus mengeksplorasi dan eksploitasi air memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat. Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani diupayakan pemenuhan kebutuhan air dasar.

Tetapi patut diingat, perjuangan PDAM tidak mudah. Selama bertahun-tahun terus bekerja maksimal, tetap saja perusahaan mencatat rekor sebagai BUMD yang terus merugi. Banyaknya kebocoran air menyebabkan perusahaan ini seakan sulit bangkit dari keterpurukan. Apalagi upaya menyadarkan warga pentingnya membayar iuran bulanan dengan sistem meteran juga membutuhkan waktu lama.

“Jadi memang awalnya kami memberikan pengenalan pentingnya air bersih dan diikuti dengan iuran bulanan. Ini pun tidak mudah di Gunungkidul karena itu kami harus berusaha mengubah karakter warga,” ungkap Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Isnawan Fibriyanto. Begitu juga setelah sistem iuran diubah menjadi meteran dengan tarif per meter kubik.

Dengan pola ini, diakuinya masih banyak warga justru mencopot meteran sehingga kebutuhan air tidak terdeteksi di meteran. Pola ini membutuhkan edukasi bersama berupa penyadaran yang dilakukan, baik dari PDAM dengan menggandeng pemkab dan pemerintah desa. “Jadi pada tahuntahun sebelumnya PDAM terus merugi memang sangat wajar,” katanya.

Seiring perkembangan informasi dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ketertiban membayar tagihan air dan diikuti perubahan pelayanan menjadi lebih baik, maka lambat laun perubahan pendapatan PDAM mulai terlihat. Sistem manajemen dan tata kelola PDAM pun terus dibenahi demi menertibkan berbagai potensi aset yang mengalami kebocoran sehingga merugikan perusahaan.

Mulai dari tahun 2013 lalu, PDAM berhasil bangkit dari keterpurukan dengan mencacat laba pertama sejak BUMD tersebut berdiri. Atas dasar perkembangan BUMD yang selalu merugi. Kemudian mulai meraup keuntungan, pemerintah pusat sempat memasukkan PDAM Tirta Handayani dalam nominasi penerima BUMD Award untuk kategori yang berhasil bangkit dari kerugian menjadi pemberi keuntungan.

“Sayang persiapan yang dilakukan terlambat untuk ikut proses verifikasi sehingga akan diajukan tahun berikutnya,” kata Isnawan. Upaya memberikan layanan juga terus dilakukan. Terakhir pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang mencanangkan 10 juta sambungan rumah bisa ditangkap cepat PDAM bersama Pemkab Gunungkidul.

Respons ini diwujudkan melalui program Sambungan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SRMBR). Tidak tanggung- tanggung, dalam waktu tiga bulan Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal dari Pemkab Kepada PDAM yang menjadi syarat utama berhasil diketok bersama antara DPRD dan pemkab. Program tersebut akhirnya bisa cepat dijalankan. Dengan langkah cepat, sebanyak 3.832 sambungan rumah bagi warga kurang mampu akan segera terpasang sampai 2017 mendatang.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini