Menteri Susi Tampik Perpanjangan Izin Reklamasi Teluk Benoa

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Selasa 19 Juli 2016 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 19 320 1441887 menteri-susi-tampik-perpanjangan-izin-reklamasi-teluk-benoa-b34ZRblUjb.jpg Menteri KKP Susi Pudjiastuti. (Foto: Okezone/Arief)

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan terkait perpanjangan izin reklamasi Teluk Benoa, Bali, kepada PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI).

Susi menjelaskan, izin yang sebenarnya keluar adalah perpanjangan izin lokasi. Izin tersebut akan dikeluarkan pemerintah jika ada pihak yang mengajukan pembuatan Analisis Dampak dan Lingkungan (Amdal).

"Izin lokasi itu tidak sama dengan izin pelaksanaan. Izin lokasi itu yang keluar atas dasar, adanya Perpres Nomor 51 tahun 2014. Izin lokasi itu untuk seseorang meminta pembuatan Amdal. Jadi bukan berarti izin lokasi kalau diperpanjang, akan terjadi reklamasi. Ini yang harus dimengerti," katanya di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Dia menjelaskan, izin lokasi tersebut tidak serta merta berkaitan dengan terjadinya kegiatan reklamasi. Pasalnya, jika hasil Amdal menunjukkan bahwa akan kegiatan tersebut bisa merusak lingkungan, maka pemerintah pun tidak akan mengeluarkan izin reklamasi tersebut.

"Semua ini tidak boleh kalau melanggar aturan dan merusak lingkungan. Dua ini bisa didapat setelah Amdal. Kalau Amdal-nya merusak lingkungan dan tidak disetujui stakeholder, ya reklamasi tidak akan berjalan," jelasnya.

Menurut Susi, izin lokasi memang secara otomatis diperpanjang. Untuk itu, pemerintah tidak bisa jika tidak memperpanjang izin lokasi. Jika begitu, maka pemerintah akan dituduh mengambil hak perusahaan untuk melaksanakan izin Amdal.

"Jadi jangan dipelintir. Bahwa nanti hasilnya kalau rakyat tidak setuju, lingkungan tidak terjaga, di situlah Amdal menentukan boleh dan tidak (dilakukan reklamasi). Kalau izin lokasi, sesuai dengan struktur administrasi saya harus keluarkan izin perpanjangan lokasi," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini