nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Semester I, Defisit Anggaran Sentuh 1,8%

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Rabu 20 Juli 2016 22:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 07 20 20 1442854 semester-i-defisit-anggaran-sentuh-1-8-Okzm2NszNc.jpg Ilustrasi APBN. (Foto: Depkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 masih berada dalam kondisi defisit.

Adapun besaran defisitnya Rp230,7 triliun atau 1,83 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai Rp84,3 triliun atau 0,73 persen dari PDB.

"Realisasi semester 1 APBN-P 2016 masih dalam kondisi defisit Rp230,7 triliun atau 1,83 persen terhadap PDB," ucap Bambang di Banggar DPR, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Bambang merincikan, posisi APBN-P 2016 masih dalam kondisi defisit karena juga masih rendahnya realisasi pendapatan negara pada semester I-2016 yang hanya sebesar Rp634,7 persen. Bila dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp667,9 triliun, maka angka tersebut masih lebih rendah. "Jadi masih di bawah sekitar Rp33 triliun," imbuh dia.

Untuk komponen penerimaan perpajakan terutama pajak, bea dan cukai, hingga semester I-2016 tercatat Rp552 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp535,1 triliun.

"PNBP 112,1 triliun di bawah tahun lalu Rp132,5 triliun. Secara persentase terhadap APBN-P untuk perpajakan sudah sekitar 34 persen. PNBP sekitar 45,7 persen," terangnya.

Kemudian, salah satu perbedaan mendasar adalah pada belanja negara. Belanja negara semester I-2016 sudah mencapai Rp865,4 triliun atau jauh di atas tahun lalu yang sebesar Rp752,2 triliun atau lebih tinggi sekitar Rp113 triliun. "Secara persen pun demikian, yang belanja tahun ini sudah 41,5 persen, tahun lalu 37,9 persen," katanya.

Selanjutnya, masih kata Bambang, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sudah mencapai Rp262,8 triliun atau 34,2 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan belanja K/L tahun lalu Rp195,3 triliun.

"Belanja non K/L malah lebih rendah yaitu Rp218,5 triliun dibanding tahun lalu Rp222,2 triliun atau tahun ini 40,6 persen dari APBN," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini