nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dana Desa Sumbang Porsi Terbesar pada Defisit Anggaran

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Rabu 20 Juli 2016 23:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 07 20 20 1442873 dana-desa-sumbang-porsi-terbesar-pada-defisit-anggaran-crWdD04jaH.jpg Ilustrasi defisit. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 masih berada dalam kondisi defisit sebesar Rp230,7 triliun atau 1,83 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai Rp84,3 triliun atau 0,73 persen dari PDB.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan penyebab utamanya adalah karena tingginya transfer ke daerah. Sepanjang semester I-2016, transfer dana desa 2016 mencapai Rp384 triliun. Angka ini naik Rp50 triliun dibanding tahun lalu yang sebesar Rp334,7 triliun.

"Dana desa ini penyebab utama perbedaan, karena per semester I-2016 sudah tersalurkan Rp26,8 triliun. Tahun lalu baru tersalurkan Rp7,9 triliun. Sehingga dari situ ada defisit Rp230,7 triliun atau 1,83 persen dari PDB," ujarnya di Gedung Banggar DPR, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Kemudian dari sisi pembiayaan, pemerintah sudah mengeluarkan sebesar Rp276,6 triliun atau sekitar 93,4 persen. Lebih rinci, angka tersebut berasal dari pembiayaan dalam negeri Rp300,9 triliun dan pembiayaan luar negeri negatif Rp24,3 triliun. Sehingga, posisi akhir Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada semester I adalah Rp45,9 triliun.

"Kalau dilihat gambaran sekilas ini, maka besaran defisit utamanya berasal dari besarnya belanja total pemerintah pusat dan transfer ke daerah itu mencapai Rp113 triliun, lebih besar tahun ini dibanding tahun lalu. Meski di sisi lain penerimaan memang lebih rendah Rp33 triliun," terang dia.

"Nah ini lah dua alasan kenapa defisit sekarang membesar. Tapi yang lebih penting message-nya adalah belanja sekarang lebih cepat," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini