Hanya Indonesia yang Belum Beri Insentif Industri Perfilman

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2016 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 21 320 1443339 hanya-indonesia-yang-belum-beri-insentif-industri-perfilman-Cog5MYqa5c.jpg Ilustrasi Bioskop. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pelaku industri film nasional meminta pemerintah memberikan insentif agar sektor perfilman dalam negeri bisa berkembang. Meski sektor film keluar dari Daftar Negatif Investasi (DNI), pemerintah belum memberikan kebijakan turunan seperti pemberian insentif agar investor asing tertarik.

Ketua Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) Sheila Timothy menilai adanya insentif bisa menjadi stimulus bagi industri.

"Kami akan berkreasi untuk menghasilkan produk terbaik, kami butuh intensif dan kami butuh kebijakan," kata dia di Gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kamis (21/7/2016).

Sependapat dengan Sheila, Deputi Hubungan antar Lembaga dan Wilayah Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Endah Wahyu Sulistianti berpendapat, insentif pajak sudah diterapkan di beberapa negara. Hasilnya, industri perfilman di negara tersebut bisa berkembang pesat.

"Di Perancis, mereka menyaratkan harus libatkan pekerja Perancis, tax-nya dikembalikan. Di Korea juga. Sementara di negara ASEAN, hanya kita yang belum berikan insentif. Singapura, Malaysia dan bahkan Brunei berikan insentif," tukasnya.

Sheila juga menuturkan, saat ini sektor perfilman di Singapura lebih maju dibandingkan Indonesia. Padahal, kata Sheila, Indonesia memiliki pekerja kreatif di sektor perfilman lebih banyak ketimbang Singapura.

"Sektor perfilman Singapura sangat inovatif dibandingkan Indonesia. Padahal Indonesia punya orang-orangnya kreativitasnya lebih tinggi dari Singapura, tapi Singapura lebih maju," cetusnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini