TERPOPULER: Industri Film Lolos DNI, Bioskop di Daerah Diharapkan Menjamur

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 22 Juli 2016 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 21 320 1443735 terpopuler-industri-film-lolos-dni-bioskop-di-daerah-diharapkan-menjamur-3orXZWtaKm.jpg Ilustrasi Bioskop. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Belum lama ini pemerintah telah merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang tertuang dalam Perpres 44 tahun 2016. Dalam revisi tersebut salah satu sektor yang dibuka untuk investasi asing adalah industri perfilman.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berhadap, dengan masuknya investor asing ke sektor tersebut bisa mendorong pengembangan industri perfilman nasional. Mengingat saat ini industri perfilman Indonesia masih tertinggal dibanding Malaysia atau Singapura.

"Kita berharap masuknya investor asing akan menggairahkan industri film Indonesia, sehingga ada pembangunan bioskop di daerah, dan masyarakat lebih mengenal film nasional," kata Direktur Pemberdayaan Usaha BKPM Pratito Soeharyo di Gedung BKPM.

Dia mencontohkan, perkembangan industri film di Vietnam dan Korea. Di negara tersebut, lanjut dia, sejak dibukanya investasi bagi asing, industri perfilman berkembang pesat.

"Korea dan Vietnam maju sejak dibukanya investor asing ke Korea, di Korea pemain filmnya tetap orang Korea kok, jadi dibuka untuk asing bukan berarti pemain filmnya bule," tambahnya.

Namun, tambah dia, realisasi investasi industri film tidak bisa berjalan tanpa adanya kebijakan yang jelas. Untuk itu, Kementerian dan Lembaga terkait diharapkan bisa cepat menyelaraskan aturan bagi investasi asing di industri film.

"Sedang digodok (aturannya), bukan karena belum siap. Aturan sebenarnya sudah ada dari dulu tapi kan beda-beda, kita perlu penyeragaman supaya satu arah, nanti BKPM yang urus aturan izin," cetusnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini