Ini Pilihan Investasi yang Pas untuk Ibu Rumah Tangga

Agregasi Jum'at 29 Juli 2016 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 29 320 1449944 ini-pilihan-investasi-yang-pas-untuk-ibu-rumah-tangga-DxpI4IYdNb.jpg Ilustrasi

Ibu rumah tangga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan investasi. Meskipun tidak berkarir di luar dengan bekerja, seorang ibu rumah tangga bisa melakukan investasi yang sumber uangnya berasal dari pemberian suami.

Seorang ibu rumah tangga, baik yang berkarir di luar atau full time di rumah harus mampu mengelola keuangan di rumah tangga dengan cermat dan efisien. Jangan sampai uang yang diberikan kepada suami sebagai amanah memenuhi kebutuhan rumah tangga digunakan dengan sia-sia.

Seyogyanya, seorang wanita mampu mengelola pengeluaran, sehingga tidak menjadi boros, dan tetap memperhatikan masa depan keluarga. Investasi yang dilakukan seorang istri hendaknya dikomunikasikan secara terbuka dengan suami.

Dengan mengendalikan pengeluaran, harapannya sebuah keluarga akan memiliki kondisi keuangan yang sehat, dan secara tidak langsung ini menjadi tanggung jawab istri sebagai menteri keuangan rumah tangga.

Setelah memenuhi kebutuhan dasar dan utama untuk keluarga, maka sisa kelebihannya bisa dikumpulkan untuk ditabung dan kemudian diinvetasikan.

Berikut ini pilihan investasi yang pas untuk ibu rumah tangga yang cermat:

1. Investasi emas

Emas merupakan salah satu jenis barang berharga sejak lama, apapun dan bagaimanapun bentuknya. Memilih berinvestasi dengan logam mulia emas memang sudah dikenal sejak lama, dan termasuk cara berinvestasi secara konvensional.

Meskipun cukup dikatakan kolot, nilai emas tetap bersaing dan mengikuti perkembangan jaman, dengan terbukti bahwa nilai emas tidak mudah tergerus oleh inflasi, dan nilainya jualnya akan meningkat seiring waktu. Investasi merupakan cara menabung secara jangka panjang, dan pastinya jika berinvestasi emas, akan bisa dirasakan manfaat keuntungannya jika dilakukan untuk masa depan dengan jangka waktu yang panjang.

2. Investasi saham

Seorang ibu rumah tangga juga bisa berinvestasi saham. Untuk memulai berinvestasi saham, seseorang pasti membutuhkan modal yang lebih besar. Namun kelebihannya, hasil investasi saham memberikan return yang lebih tinggi, bisa dibandingkan dengan berinvestasi emas.

Jenis investasi saham termasuk dalam kategori investasi aktif, karena semakin baik kondisi perusahaan yang kita beli sahamnya, maka deviden yang nanti diterima juga akan semakin besar. Ibu rumah tangga yang berencana dengan model investasi ini diharapkan lebih jeli dan cermat dalam memperhatikan pasar saham.

3. Investasi properti

Properti memang terkenal dengan harga mahal jika ingin memilikinya. Termasuk jika seseorang ibu rumah tangga ingin melakukan investasi properti juga harus menyiapkan dana yang besar agar bisa memilikinya.

Jenis properti yang bisa dipilih adalah tanah, rumah, ruko atau apartemen. Keuntungan dengan berinvestasi properti adalah karena returnnya semakin memberikan peningkatan dari waktu ke waktu.

Jumlah lahan semakin berkurang, sedangkan permintaan untuk memiliki properti semakin meningkat, memberikan nilai properti semakin besar seiring waktu. Dengan memiliki properti, seseorang bisa mendapatkan penghasilan tambahan ketika properti tersebut disewakan.

4. Investasi reksadana

Melakukan investasi reksadana merupakan salah bentuk baru cara melakukan investasi. Jenis investasi ini masih bisa dijangkau oleh ibu rumah tangga karena bisa dimulai dengan modal kecil.

Melakukan investasi reksadana saat ini tidak susah, karena sudah ada banyak bank yang menyediakan pelayanan reksadana. Prinsip dari investasi reksadana adalah dengan menitipkan uang kepada manajer investasi untuk melakukan investasi di perusahaan yang memiliki laba positif.

Mulai berhemat, mulai berinvestasi

Ibu rumah tangga yang berniat melakukan investasi perlu sekali mempertimbangkan keuangan keluarga. Jangan sampai karena iming-iming keuntungan yang besar untuk jangka waktu ke depan, sehingga mengabaikan kebutuhan rumah tangga.

Cara memulai berinvestasi adalah dengan mulai berhemat pengeluaran rutin, tanpa mengabaikan kebutuhan utama. Melakukan investasi harus menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi suami sebagai tulang punggung keluarga, sehingga perlu adanya komunikasi yang intensif sebagai seorang pasangan demi menentukan kesejahteraan keluarga secara bersama-sama untuk masa depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini