nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HOT PROPERTY : Banyak Gedung PTN Mangkrak, Negara Rugi Rp9 T

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2016 20:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 04 470 1455292 hot-property-banyak-gedung-ptn-mangkrak-negara-rugi-rp9-t-O3qWImXspa.jpg Ilustrasi

JAKARTA – Mangkraknya sejumlah pembangunan fasilitas berupa gedung di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) membuat negara mengalami kerugian hingga Rp9 triliun.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek- Dikti) Ali Ghufron Mukti mengatakan, saat ini pemerintah akan mencarikan dana investasi dari perusahaan swasta untuk melanjutkan pembangunannya.

"Investor itu bisa dari pemerintah dan juga swasta. Investor yang akan masuk untuk menyelesaikan gedung yang terbengkalai itu,” katanya.

Namun, tidak semua gedung yang terbengkalai akan dibangun kembali. Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjelaskan, pemerintah akan menyeleksi gedung mana yang masuk prioritas, yakni gedung yang terletak di kawasan terpencil, terluar, dan tertinggal.

Lalu, pemerintah hanya akan membangun gedung yang bersifat fungsional, yakni yang dipakai untuk laboratorium, perpustakaan atau ruang perkuliahan. Gedung yang hanya berguna untuk perkantoran tidak akan mendapat bantuan.

Sebelum dibangun akan dihitung dulu tingkat risiko dan kelayakannya juga ada konsultasi pasar untuk mencari pihak swasta mana yang tertarik untuk berinvestasi. Menurut dia, pemerintah akan membantu pendanaan untuk tahap studi kelayakan ini.

”Saat ini prosesnya masih dalam tahap penjajakan. Terlihat bahwa gedung yang mangkrak ini terjadi karena persiapan yang kurang matang dari PTN,” tuturnya.

Sebelumnya Menristek-Dikti Mohammad Nasir mengatakan, gedung yang mangkrak ada di semua PTN, salah satunya 16 gedung di Universitas Mulawarman Samarinda, Kalimantan Timur. Namun, dia tidak menyebut ada berapa gedung yang mangkrak di seluruh PTN Tanah Air, namun jumlah kerugiannya mencapai Rp9 triliun. Nasir menjelaskan, gedung-gedung itu terbengkalai karena tidak ada dana lanjutan untuk pembangunannya.

Awalnya PTN dijanjikan anggaran multiyears, namun setelah tahun kedua ternyata tidak ada lagi dana yang diturunkan sehingga pembangunan tidak dilanjutkan. Adapun dana pembangunan berasal dari pemerintah pusat melalui APBN atau APBNP.

Pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Said Hamid Hasan berpendapat untuk itu, perlu payung hukum yang menjamin dana dan keterlaksanaan proyek multiyears, sehingga jangan sampai terjadi kerugian negara dua kali. Said menuturkan, untuk pengembangan pendidikan seharusnya dana dari pemerintah bersifat multiyears, baik untuk program, kurikulum maupun pembangunan fisik. Ketiga aspek ini memerlukan kontinuitas karena tidak bisa diselesaikan dalam satu atau dua tahun.

Jika diperhatikan, ada lagi masalah dana pemeliharaan gedung dan alat. Banyak kejadian yang ada cuma dana untuk membangunnya dan biaya operasional harus diusahakan universitas. ”Akibatnya banyak gedung yang tidak terpelihara dan nilai gedung merosot.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini