Realisasi PNBP Geothermal 45% Capai Rp288 Miliar

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2016 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 05 320 1456379 realisasi-pnbp-geothermal-45-capai-rp288-miliar-atOA4YzAQF.jpg Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sampai semester I-2016 sudah mencapai Rp288,25 miliar.

Artinya, sudah mencapai 45 persen dari target yang ditetapkan sepanjang 2016 yakni Rp630 miliar.

"Tahun lalu kita sempat lampaui target meskipun kita ditolong kenaikan kurs itu dicatat sebagai kenaikan dan mendapatkan apresiasi dari Badan Anggaran, tapi yang sekarang ini pun not bad lah dari 100 persen. Mudah-mudahan ke depan dengan adanya produksi (PLTP) yang COD, in shaa Allah nambah (PNPB-nya)," tutur Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana di kantornya, Jakarta, Jumat (5/8/2016).

Dia melanjutkan, realisasi pasokan listrik dari PLTP pada semester I-2016 sebesar 1.493,5 megawatt (mw). Capaian tersebut berarti listrik dari PLTP sudah mencapai 90 persen dari target 2016 yang sebesar 1.657,5 mw. Bahkan, diperkirakan akan melebihi target tersebut hingga akhir tahun.

Rida menjelaskan, PLTP berkapasitas 55 mw berasal dari telah diterbitkan SK MESDM tentang Penetapan konsorsium PT Optima Nusantara Energi dan ENEL Green Energy (Italia) sebagai pemenang lelang WKP Way Ratai (55 mw) di Provinsi Lampung.

"Yang sekarang sudah terpasang 1.438,5 mw tambah 55 mw yang sudah COD 15 Juli meski belum diresmikan Pak Menteri, jadi 1.493,5 mw," jelasnya.

Maka dari itu, investor dari Italia tersebut artinya ingin menunjukkan kondisi investasi di panas bumi di Indonesia masih diminati, meskipun investasi di migas atau ekonomi global masih berkontraksi. "Tapi untuk panas bumi patut berbangga banyak investor yang mau datang ke Indonesia. Kebetulan ini dapat di Way Ratai dengan perkiraan potensi 55 mw, lagi-lagi di Lampung," katanya.

Rida melanjutkan, setelah itu rencananya akan ada tambahan pasokan listrik sebesar 215 mw dari PLTP Ulubelu berkapasitas 55 mw, PLTP Sarulla 110 mw, Lahendong ‎20 mw dan Karaha Bodas 30 mw. Jika keempat PLTP tersebut beroperasi tahun ini, maka pasokan listrik dari panas bumi akan melebihi target 2016.

"Artinya target 2016 akan melebih melampaui dengan diresmikannya empat PLTP atau tercapainya COD empat PLTP Ulubelu, Sarulla, Karaha Bodas, dan Lahendong," tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini