nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pangkas Anggaran Rp133 Triliun, Banggar: Itu Realistis

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 06 Agustus 2016 10:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 08 06 20 1456706 pangkas-anggran-rp133-triliun-banggar-itu-realistis-HPYCrJdBFe.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone)

JAKARTA - Pemerintah sepakat memangkas anggaran sebesar Rp133,8 triliun pada belanja negara tahun ini. Perombakan diusulkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Sidang Kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

Badan Anggaran (Banggar) menilai, pemangkasan anggaran merupakan langkah yang positif dan bisa memberikan perbaikan ekonomi RI.

"Hal ini positif. Saya yakini ini akan memberikan perbaikan pada pertumbuhan ekonomi. Langkah ini realistis di tengah perlambatan ekonomi yang masih terjadi," papar Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Eka Sastra, di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (6/8/2016).

Eka mengakui, sejak masa penyusunan asumsi makro dalam Anggaran Perubahan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016, sudah ada perdebatan antara Banggar dengan pemerintah soal penerimaan negara.  (Baca juga: APBN Dipangkas, JK: Yang Salah Pajak)

Dalam pemabahasan APBN-P 2016 lalu, Banggar sudah meminta pemerintah merevisi penerimaan negara. Namun ada keyakinan pemerintah bila target penerimaan negara sekira Rp1.500 triliun dapat tercapai dengan direalisasikannya UU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty).

"Nah, yang jadi perdebatan kita ketika itu adalah adanya perbedaan proyeksi yang jauh antar Bank Indonesia (BI) dengan pemerintah. BI saja dari tax amnesty proyeksikan Rp55 triliun, sedangkan pemerintah tinggi sekali Rp165 triliun. Ini kan jauh sekali, dan kalau kita perkirakan penerimaan negara Rp165 triliun dari tax amnesty sepertinya ya sulit," ujarnya.

"Tapi sekarang saya lihat sekarang pemerintah dengan lagi memotong anggaranya kementerian dan lembaga menjadi lebih realitis, bila target tax amnesty tidak tercapai," tandasnya. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini