Share

Pangkas Anggaran Rp133 T, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terancam

Dedy Afrianto, Okezone · Senin 08 Agustus 2016 05:16 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 07 20 1457165 pangkas-anggaran-rp133-t-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-terancam-hKSgJNOcyY.jpg Ilustrasi : Reuters

JAKARTA - Pada Sidang Kabinet Paripurna pekan ini, Presiden Joko Widodo menyepakati pemangkasan anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp65 triliun, dan dana transfer ke daerah sebesar Rp68,8 triliun. Pemangkasan anggaran ini dikhawatirkan akan berdampak kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi sepanjang semester II-2016.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, pemangkasan anggaran ini akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia. Berbagai program-program pembangunan pun diprediksi akan tertunda, khususnya pembangunan infrastruktur.

“Pemerintah kan berencana akan melakukan pemangkasan anggaran. Ini akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi. Karena kan beberapa proyek infrastruktur bisa terhenti,” kata Lana kepada Okezone.

 [Baca juga: Pangkas Anggaran Rp133 Triliun, Banggar: Itu Realistis]

Pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal III-2016 diperkirakan lebih rendah dibandingkan kuartal II-2016 lalu sebesar 5,18 persen. Diprediksikan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun ini hanya akan mencapai 4,9 persen apabila pemangkasan anggaran dilakukan.

“Prediksinya 4,9 persen. Kalau full year 5,12 (persen), tapi ini akan kita koreksi apabila pemangkasan anggaran tetap dilakukan. Mungkin akan menjadi 5 (persen),” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran ini tidak akan menyentuh sektor infrastruktur. Terutama untuk infrastruktur yang telah terdapat perjanjian kontak dalam pembangunan. Namun, pemangkasan anggaran akan menyentuh sektor non prioritas seperti biaya perjalanan. Salah satunya adalah biaya perjalanan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini