Pemkot Padang Bedah 3.205 Unit Rumah Sejak 2015

ant, Jurnalis · Minggu 07 Agustus 2016 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 07 470 1457322 pemkot-padang-bedah-3-205-unit-rumah-sejak-2015-jhU3kOYged.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat mencatat telah merenovasi 3.205 rumah tidak layak huni di daerah setempat sejak awal 2015 hingga Agustus 2016.

"Jumlah tersebut di antaranya pada 2015 direhab rumah tidak layak huni sebanyak 2.371 unit dan pada 2016 ini sedang dibedah lagi 834 unit," kata Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah di Padang, Minggu (7/8/2016).

Dia menyampaikan, jumlah tersebut sudah termasuk dari dana pemerintah dan dana nonpemerintah. Dia pun menuturkan jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah.

Menurutnya, rehab rumah di Kota Padang itu sebenarnya sudah masuk dalam program bedah 1.000 rumah miskin tidak layak huni yang memang bertujuan memantapkan program pengentasan kemiskinan.

"Untuk rehab rumah itu sebenarnya diawali dari upaya menjemput aspirasi dan pemberantasan kemiskinan dengan berbagai program lainnya termasuk melalui singgah sahur beberapa bulan lalu," jelasnya.

Selain itu, dia mengemukakan dalam pengentasan kemiskinan tidak hanya dengan singgah sahur dan rehab rumah keluarga miskin saja, melainkan juga membangun manusianya.

Hal itu dapat diwujudkan dengan memberikan pelatihan keterampilan bagi kepala keluarga dan anggota keluarga usia kerja untuk dapat bekerja dan berusaha mengakses pekerjaan yang dapat memberi tambahan penghasilan.

Dia menambahkan pada 2016 juga telah dipublikasikan hasil pemutakhiran basis data terpadu oleh Badan Statistik dan akan dipublikasikan dalam waktu dekat.

Terdapat pula berbagai upaya dan intervensi tetap dilakukan untuk mengurangi penduduk miskin dengan memanfaatkan sumber dana pemerintah pusat melalui PNPM mandiri perkotaan.

"Menekan angka kemiskinan juga dapat direalisasikan melalui program di 14 SKPD Padang yang digulirkan tiap tahunnya," ujarnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini