350 Rumah Tidak Layak Huni di Sukoharjo Segera Direnovasi

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 08 Agustus 2016 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 08 470 1457725 350-rumah-tidak-layak-huni-di-sukoharjo-segera-direnovasi-0bPdkerYtP.jpg Ilustrasi

SUKOHARJO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggalakkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), untuk merenovasi rumah-rumah tidak layak huni di Indonesia. Salah satunya adalah di Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.

Terdapat 350 rumah yang rencananya bakal dibedah di daerah tersebut, di mana terbagi dalam dua desa di Desa Kedung Jambal dan Desa Grajegan, Tawangsari. Setiap desa mendapatkan jatah 175 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk dibenahi.

“Untuk tahun ini, bantuan dipusatkan di dua desa di Kecamatan Tawangsari. Jumlah bantuan yang diterima menurun dibanding tahun lalu. Sekarang hanya mendapatkan 350 rumah saja,” kata Kabid Perumahan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sukoharjo Sarwidi.

Sarwidi mengaku sudah menerima surat keputusan calon penerima bantuan. Selanjutnya, selaku pengelola bantuan, DPU juga sudah berkoordinasi dengan pihak bank sebagai penyalur bantuan. DPU juga melakukan sosialisasi kepada calon penerima bantuan.

“Sosialisasi dilakukan oleh DPU dengan pihak terkait langsung kepada calon penerima bantuan. Mereka diberikan penjelasan serta pemahaman agar bantuan bisa digunakan dengan baik. Tiap desa akan mendapatkan alokasi 175 unit BSPS. Jadi, bantuan dibagi rata,” ujarnya.

Sebelumnya Sukoharjo mengajukan tiga desa, namun pemerintah pusat hanya menyetujui dua desa di satu kecamatan saja. Hal itu terjadi karena adanya pengurangan kuota. “Usulan sudah diajukan untuk penerima BSPS 2016 yakni di Desa Kedungjambal dan Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari dan kami masih menunggu proses verifikasi calon penerima dari pusat,” ucapnya.

Menurutnya, proses verifikasi sangat penting sebagai bagian dari penyaluran bantuan kepada penerima. Apabila dalam tahapan tersebut warga calon penerima tidak memenuhi syarat maka akan dicoret dari daftar. Kuota tersebut akan diisi warga lain yang dinilai layak menerima bantuan.

Sekadar diketahui, kuota 350 unit tahun ini menurun drastis dibandingkan 2015 lalu yang jumlahnya mencapai 900 unit. Penurunan terjadi karena ada penyesuaian anggaran pemerintah pusat.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan No 10/2016 tentang Penetapan Lokasi dan Besaran Nilai Bantuan BSPS Tahun 2016 Tahap I. Dalam SK tersebut Kabupaten Sukoharjo mendapatkan kuota sebanyak 350 unit.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini