nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan saat Pengajuan KPR

Agregasi Rabu 10 Agustus 2016 11:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 08 10 470 1459775 langkah-langkah-yang-harus-dilakukan-saat-pengajuan-kpr-pgPKgtcyrO.jpg Ilustrasi

Adanya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan oleh bank-bank di Indonesia menjadi angin segar bagi kita semua.

Mengapa? Karena dengan adanya layanan ini, kesempatan kita untuk memiliki rumah idaman menjadi semakin terbuka.

Maklum saja, harga rumah sekarang sudah mencapai ratusan juta per unitnya, nilai tersebut rasanya cukup sulit tersentuh oleh masyarakat menengah ke bawah yang notabene tidak memiliki jumlah uang simpanan yang banyak.

Masalahnya, memilih produk KPR bisa dibilang susah-susah gampang. Karena, setiap produk KPR ditawarkan dengan layanan dan fitur yang berbeda. Nah, supaya pilihan produk KPR Anda tepat sasaran dan prosesenya lancar, ikuti langkah demi langkah dalam pengajuan KPR berikut ini:

1. Pilih Properti

Hal pertama yang harus anda lakukan dalam mengajukan properti adalah memilih property yang ingin anda beli terlebih dahulu. Pastikan anda sudah mengecek kondisi rumah dan hal-hal lainnya yang berkaitan. Cek juga perizinan dan reputasi dari pengembang jika anda membeli rumah di perumahan yang dikelola oleh developer.

Jika anda ingin membeli rumah atau properti dari pemilik lama, cek juga kelengkapan surat-surat dari properti tersebut. Setidaknya anda sudah yakin dengan pilihan anda akan properti yang akan diajukan KPR-nya.

2. Memilih Bank yang Tepat

Bagian ini menjadi penting dan harus kita pertimbangkan dengan sangat matang. Carilah bank yang menawarkan bunga kredit yang rendah dan juga memiliki persyaratan yang tidak terlampau rumit. Jika anda memiliki rekening di bank yang anda pilih, biasanya akan lebih mudah dalam pengajuan nantinya.

3. Mengisi Formulir dan Melakukan Pembayaran Uang Muka

Setelah memilih bank yang akan anda ajukan kredit, langkah berikutnya adalah mengisi formulir pengajuan kredit yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh bank. Pengisian formulir tersebut juga disertai dengan penyerahan data-data dan dokumen yang menjadi syarat pengajuan kredit.

4. Analisa Resiko Kredit dan Survei Aset

Bagian ini akan dilakukan oleh bank setelah anda selesai mengisi formulir pengajuan kredit dan penyerahan dokumen. Bank akan mengecek segala hal mulai dari keaslian data atau dokumen, riwayat, dan juga akan melakukan survei sebagai syarat penilaian akan kemampuan anda dalam membayar cicilan kredit nantinya.

Besaran angsuran bulanan kurang lebih adalah 30 persen dari pendapatan bulanan anda. Bank akan mengecek apakah anda termasuk orang yang bisa dipercaya dan sanggup untuk mendapatkan bantuan kredit.

5. Akad Kredit

Sebelum melakukan akad kredit dimana anda sudah lolos tes dokumen, ada beberapa biaya administrasi yang harus dibayarkan oleh pemohon kredit, diantaranya: biaya BPHTB yang besarnya sekira 5% dari nilai jual beli, asuransi kebakaran, asuransi jiwa, provisi kredit (besarnya berbeda antar bank), dan biaya notaris

Setelah semua hal diatas diselesaikan, maka akad kredit antara pihak bank dan pemohon sudah bisa dilakukan. Dana kredit diberikan kepada pemohon atau langsung dibayarkan kepada developer dengan masa cair antara 1 hingga 7 hari lamanya.

6. Mulai Melakukan Pembayaran Angsuran

Setelah akad kredit disetujui, langkah selanjutnya nasabah memiliki kewajiban untuk membayar cicilan KPR yang besar dan masa waktunya sudah disepakati bersama terlebih dahulu. Biasanya akan ada tinjauan dari bank mengenai bunga kredit setiap 3 atau 6 bulan sekali.

7. Jika ingin Melakukan Pelunasan Kredit

Setelah anda melunasi seluruh biaya KPR atau cicilannya, maka anda akan mendapatkan surat bukti pelunasan hutang yang berasal dari bank dengan sertifikat asli dari properti yang anda beli. Kebanyakan bank memang menahan sertifikat asli sebelum sang pemohon berhasil melunasi seluruh hutang-hutangnya.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini