nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moratorium Pabrik Semen Disambut Baik oleh Holcim

Danang Sugianto, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2016 13:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 08 12 320 1461904 moratorium-pabrik-semen-disambut-baik-oleh-holcim-XJeKjApwlK.jpg Ilustrasi Semen. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Guna mengatasi banjirnya pasokan semen di Indonesia, pemerintah berencana melakukan moratorium pabrik semen. Pabrik semen ini pun masuk dalam daftar negatif investasi yang diajukan oleh Kementerian Perindustrian.

Para produsen semen di Indonesia menyambut baik langkah tersebut, termasuk PT Holcim Indonesia Tbk (SMBC).

"Kami sebagai pemain lama sangat senang dengan rencana itu, sebab saat ini sudah kelebihan ketersediaan produksi semen," kata Sekretaris Perusahaan SMCB, Farida Helianti Sasrosatomo di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Menurutnya, dengan adanya kebijakan tersebut, maka rencana investasi di industri semen akan dibatasi. Untungnya, Holcim Indonesia telah mengakuisisi PT Laferge Cement Indonesia (LCI) pada bulan Februari lalu.

"Setelah mengakuisisi LCI, kapasitas produksi kami telah meningkat 15 juta ton per tahun," imbuhnya.

Selain itu, perseroan berencana menjaga kapasitas produksi di level 15 juta ton per tahun. Farida juga mengaku pihaknya belum ada rencana ekspansi tahun ini.

"Tentunya dengan rencana itu kami tidak serta merta akan menambah kapasitas, paling kami resmikan terminal semen kami di Lampung untuk pengemasan untuk daerah Sumatera Selatan,” tukasnya.

Sekedar informasi, saat ini produksi semen dalam negeri bertambah hingga 20,2 juta ton namun konsumsi hanya naik 4 juta ton. Rencananya pembatasan investasi pabrik semen akan berlaku di Pulau Jawa, sebab produksi semen terpusat di Jawa dengan porsi 56 persen. Sedangkan Sumatera 22 persen, Sulawesi 8 persen, Kalimantan 7 persen, Bali dan Nusa Tenggara 7 persen.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini