nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penerapan 7 Days Repo Rate Diharapkan Genjot Kredit

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 15 Agustus 2016 11:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 15 20 1463797 penerapan-7-days-repo-rate-diharapkan-genjot-kredit-2eUMmK4yYx.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BATAM - Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapannya menerapkan 7 Days Repo Rate untuk menggantikan BI Rate sebagai instrumen suku bunga acuan bagi pasar.

Otoritas moneter itu pun berharap acuan baru tersebut bisa segera menggenjot pertumbuhan kredit di sisa tahun ini.

”Pertumbuhan kredit semester II harus lebih baik. Realisasi year on year (tahunan) kan baru sekitar 6-7 persen. Year to date (tahun berjalan) di bawah 3 persen. Mudah-mudahan (tahun ini) bisa 8-10 persen. Jadi, harapannya lebih baik agar bisa menutupi semester I yang melambat,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara di Batam, Kepulauan Riau.

Mirza meyakini, perubahan acuan ini akan mempercepat proses transmisi kebijakan Bank Indonesia. Berbeda dengan BI Rate yang menggunakan perhitungan bunga satu tahun, 7 Days Repo Rate yang saat ini berada di posisi 5,25 persen menggunakan perhitungan bunga di pasar uang yang bersifat jangka pendek.

Dia menyebut, BI Rate yang sejak awal tahun sudah turun 100 basis poin di posisi 6,5 persen hingga saat ini belum diikuti penurunan dengan nilai setara bunga perbankan.

”Dengan memakai 7 Days Repo Rate, ini lebih mencerminkan kondisi pasar karena sebagian besar ekses likuiditas perbankan itu jangka pendek. Ada yang overnight, satu minggu, dua minggu, satu bulan sehingga acuan yang 7 hari itu sebenarnya ada di pasar. BI Rate lebih mencerminkan SBI (Surat Berharga Bank Indonesia) satu tahun,” ucapnya.

Mirza menjelaskan, 7 Days Repo Rate bukan berarti suku bunga perbankan, baik deposito maupun pinjaman, harus berubah setiap minggu. Penyesuaian suku bunga pun dilakukan paling cepat setiap bulan. Adapun, mekanisme lebih rinci itu juga sudah dikoordinasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo mengatakan, rencana bank sentral menerapkan 7 Days Repo Rate juga direspons positif oleh pasar. Acuan baru ini, ujar Agus, juga membuat infrastruktur keuangan menjadi lebih efisien. Aktivitas transaksi repo saat ini juga terus mengalami peningkatan.

Mantan Menteri Keuangan itu menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi di Indonesia dan dunia, khususnya Singapura, Hong Kong, Eropa, dan Amerika Serikat untuk menjelaskan kepada seluruh pelaku pasar keuangan perubahan suku bunga acuan sejak 19 Agustus.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini