nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI: Suku Bunga di Bawah Inflasi Buat Kabur Investor

Hendra Kusuma, Jurnalis · Senin 15 Agustus 2016 15:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 08 15 320 1464035 bi-suku-bunga-di-bawah-inflasi-buat-kabur-investor-3rUIwKh674.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebutkan, penerapan suku bunga acuan di Indonesia sangat sulit diterapkan jauh lebih rendah di bawah angka inflasi.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, jika suku bunga acuan diterapkan di bawah angka inflasi, maka para investor tidak ada yang tertarik menanamkan modalnya di Indonesia.

Meskipun, BI sepanjang 2016 telah melakukan transmisi kebijakan moneternya melalui penurunan suku bunga acuan (BI Rate) sampai Juni 2016 hingga mencapai 100 basis poin (bps) atau satu persen menjadi 6,5 persen.

"Situasi 2010-2012 terjadi limpahan likuiditas, pada saat ini BI hanya bisa menurunkan (DFR), BI Rate tidak bisa turun signifikan karena inflasi kita tinggi, suku bunga itu sulit sekali bisa di bawah inflasi, teorinya harus di atas sedikit inflasi," kata Mirza di Millenium Hotel, Jakarta, Senin (15/8/2016).

 [Baca juga: Suku Bunga Dasar Kredit Masih Bisa Turun 50 Bps]

Mirza mengambil contoh, orang kaya atau para investor di seluruh negara tidak bersedia diberikan bunga lebih rendah dibandingkan dengan angka inflasinya. Untuk simpanan dengan nilai saldo di atas Rp2 miliar kebanyakan para nasabah tersebut, tidak mau menaruh uangnya di bank jika suku bunga acuan BI Rate berada di bawah angka inflasi.

Berdasarkan datanya, sambung Mirza, saat ini total rekening simpanan di bank mencapai 184 juta rekening. Untuk simpanan di bawah Rp2 miliar per Juni 2016 mencapai 183 juta rekening, sementara untuk simpanan di atas Rp2 miliar mencapai 221 ribu rekening.

"Kan inflasi memakan daya beli uang, makanya BI terus mengungkapkan inflasi harus dikembalikan," tambahnya.

Tidak hanya itu, kata Mirza, pemerintahan Kabinet Kerja sangat fokus mengendalikan inflasi. Terbukti pada 2015 angka inflasi berada di kisaran 3,3 persen, dan sampai Juli 2016 angka inflasi telah mencapai 3,2 persen.

"Inflasi kita sekarang sudah jauh terkendali, sekarang inflasi ada yang volatile food," tandasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini