nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fintech Mampu Potong Mata Rantai Komoditas Pangan

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 30 Agustus 2016 13:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 30 320 1476626 fintech-mampu-potong-mata-rantai-komoditas-pangan-ocIpeFWd3X.jpg Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Foto: Okezone)

TANGERANG SELATAN - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, industri jasa keuangan berbasis teknologi aplikasi (fintech) mampu memotong mata rantai komoditas pangan nasional. Dia menganggap, fintech juga menjadi solusi nyata dalam memangkas disparitas harga pangan dari pemerintah ketika sampai di konsumen.

"Sudah ada beberapa yang melakukan, contohnya limakilo.com," kata Enggar di ICE BSD City, Selasa (30/8/2016).

Enggar menyebutkan, harga bawang merah di Brebes sekitar Rp14 ribu per kg, ketika sampai di Indramayu yang jaraknya sekitar 45 km harga bawang menjadi Rp40 ribu per kg. Adapun, pembentukan harga juga dilakukan oleh pelaku pasar di Tangerang, yang mana harga petani Rp14 ribu di konsumen menjadi Rp24 ribu per kg.

"Kenaikan harga itu tidak dinikmati petani, tapi dinikmati oleh kelompok di tengah. Konsumen dirugikan, inflasi naik petani tetap miskin. Kebijakan yang kita lakukan menangani yang di tengah ini," tambahnya.

 [Baca juga: Sri Mulyani Dukung Fintech Raih Insentif dan Fasilitas Kemudahan]

Enggar menyebutkan, pemerintah juga akan menindak para pelaku distributor yang melakukan penimbunan, seperti beberapa distributor gula yang telah melakukan.

Untuk menghindari hal-hal tersebut, sambung Enggar, fintech menjadi solusi yang tepat bagi para petani dan juga konsumen untuk mendapatkan harga yang tepat saat membeli komoditas pangan.

"Ini (fintech) bisa menjembatani petani ke konsumen. Kegiatan ini dari sisi bisnis menguntungkan, idealisme tersalurkan karena membantu secara keseluruhan petani, peternak dan konsumen. Sehingga terjadi mekanisme harga yang terjamin. Pemerintah memberi perhatian secara khusus tentang ini, salah satunya menyelesaikan mata rantai yang bisa dilakukan dengan teknologi," kata dia.

Dia melanjutkan, dengan adanya fintech yang mengakomodir hal-hal tersebut, para petani pun siap memberikan peta-peta komoditi, atau seluruh produksi dalam negeri dari petani atau peternak untuk diserap.

"Seperti beras, tidak ada batasan untuk mengembangkan inovasi dan melihat peluang yang ada, menjadikan peluang yang ada dan memberikan kepuasan batin dengan menolong," tandasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini