nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Kunjungi Kantor Riset Huawei di Hangzhou

ant, Jurnalis · Minggu 04 September 2016 14:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 09 04 320 1480937 presiden-kunjungi-kantor-riset-huawei-di-hangzhou-6GtiESB8PV.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

HANGZHOU - Presiden Joko Widodo berkunjung ke kantor "Research and Development" (R&D) Huawei yang berlokasi di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, Minggu.

Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Triawan tiba di kantor R&D Huawei pukul 09.00 waktu setempat langsung disambut Chairwoman Huawei Technologies Sun Yafang, Senior Vice President Huawei Technologies Jiang Yafei, dan President of South Pacific Region Wei Chengmin.

Presiden dan rombongan kemudian dipersilakan berkeliling di kantor R&D Huawei dan diberi penjelasan terkait produk dan teknologi yang dimiliki oleh perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terkemuka di tingkat global ini.

Dalam siaran persnya, Huawei berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri TIK di Indonesia dan mendorong kesiapan perusahaan untuk membantu pemerintah dalam merealisasikan digitalisasi melalui pengalaman global dan teknologi mutakhir yang dimilikinya.

Perusahaan TIK yang sudah beroperasi di Indonesia selama 16 tahun ini akan menggunakan pengalaman globalnya untuk disesuaikan dengan permintaan di Indonesia dan akan bekerja bersama mitra lokal untuk mewujudkan poros maritim, pusat global, dan mengimplementasikan keinginan Indonesia dalam strategi ekonomi digital.

Menkominfo Rudiantara mengungkapkan Huawei menguasai pangsa pasar 50 persen lebih untuk sistem radio seluler di Indonesia.

"Tidak hanya sebagai pasar yang besar, kita minta mereka membangun dalam negeri, maka dari itu mereka membuat inovasi center," kata Rudiantara.

Menkominfo akan mengusulkan inovasi center ini menjadi vokasional center (pendidikan keahlian) untuk melatih sumber daya manusia dalam mengembangkan bidang teknologi dan komunikasi.

Kedua, lanjut Rudiantara, momen Indonesia sebagai tuan rumah SEA Games 2018 untuk mendorong Huawei mempersiapkan teknologi 4,5G mendukung penyelenggaraan gelaran olah raga tersebut.

"Ini kita harapkan bisa dimplementasikan dalam penyelenggaraan SEA Games 2018 setidaknya di Jakarta dan Palembang serta venue olah raga," harapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini