Share

Bank Himbara Hemat Rp6,8 Triliun dengan Prinsipal

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 09 September 2016 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 09 320 1485370 bank-himbara-hemat-rp6-8-triliun-dengan-prinsipal-m9u7yropRd.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sinergikan sistem pembayaran untuk meningkatkan efisiensi transaksi perbankan dan kedaulatan sistem pembayaran di Indonesia akhirnya diresmikan. Bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank-bank milik Negara (Himbara) pun menyambut baik sinergi ini.

Direktur Utama BRI Asmawi Syam mengatakan, sinergi ini akan menghemat biaya dalam pengelolaan ATM yang selama ini perbankan BUMN mengeluarkan dananya masing-masing. Dengan sinergi ini perbankan BUMN dapat menghemat sekira Rp6,8 triliun.

"Switching company itu kan bayar. Nah kita kan lebih menghemat dengan kita buat sendiri. Kemudian selama ini kita beli ATM sendiri-sendiri, sekarang kita beli bareng-bareng," ujarnya di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Asmawi mencontohkan, selama ini perbankan BUMN membeli ATM sekira Rp100 juta. Dengan adanya sinergi ini sekarang pembeliannya dibagi empat, maka tiap bank hanya Rp25 juta.

"Itu kan menghemat sebesar tiga peremapt dari selama ini. Jadi kita bayar seperempat kalau Rp100 juta kita bayarnya 25 juta, yang dihemat kan 75 juta. Penghematan ini untuk operation, branding, comercial,"ujarnya.

Sebagai informasi, bank Himbara memutuskan untuk mengadakan kerja sama dengan PT Telkom sebagai penyedia teknologi untuk membentuk perusahaan Prinsipal pembayaran nasional, yang nantinya diharapkan memegang peranan utama dalam pembentukan ekosistem dari National Payment Gateway (NPG).

Pada tahap awal, pembentukan entitas perusahaan yang akan menjadi prinsipal dilakukan oleh Telkom melalui penyertaan modal awal yang bersifat sementara hingga terbentuknya holding BUMN Keuangan. Selanjutnya, holding BUMN Keuangan akan menjadi pemegang saham mayoritas dalam perusahaan Prinsipal.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini