nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saham Samsung Anjlok 7% akibat Galaxy Note 7 Meledak

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 13 September 2016 12:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 09 13 278 1487950 saham-samsung-anjlok-7-akibat-galaxy-note-7-meledak-Q8rkAm6LLO.jpg Ilustrasi: Reuters

HONG KONG - Saham Samsung anjlok 7 persen. Hal ini dikarenakan produk Samsung teranyar Galaxy Note 7 meledak pada saat pengisian batu baterai. Samsung meminta konsumen untuk berhenti menggunakan Galaxy Note 7.

Melansir CNN Money, Selasa (13/9/2016), Samsung pun mendesak pelanggan untuk membawa Galaxy Note 7 terbarunya untuk segera diganti. Apalagi ada peringatan dari otoritas dan sejumlah maskapai penerbangan bahwa Galaxy Note 7 tidak boleh digunakan di pesawat.

Kabar berita negatif itu memperdalam kekhawatiran investor dan memberikan reputasi yang buruk terhadap Samsung. Akibat insiden ini, Samsung kehilangan kesempatan besar untuk mengalahkan Apple yang meluncurkan iPhone 7 pekan lalu.

"Jika pelanggan akan keluar untuk membeli telepon, mereka akan membeli iPhone 7, bukan Note 7," kata analis Mark Newman.

Dia menunjukkan bahwa Note 7 yang diluncurkan sebelum iPhone 7 dan menerima ulasan yang lebih baik.

Samsung juga mengatakan akan menghentikan penjualan Note 7 dan menarik sekitar 2,5 juta perangkat itu di seluruh dunia. Peringatan untuk berhenti menggunakan ponsel di pesawat dan di tempat lain datang pada akhir pekan lalu.

Analis mengatakan, biaya recall diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS.

"Jika mereka benar-benar meraba-raba dan seluruh hal ini berlangsung lebih lama dan masih ada lagi cerita dan tekan lebih buruk, mungkin bisa menyakiti reputasi mereka dan penjualan mereka tahun depan," kata Newman.

“Itu faktor ketakutan yang mendorong saham turun," tegas dia.

Namun Newman melihat kalau sentimen negatif dari Galaxy Note 7 akan mereda dalam beberapa bulan. "Jangka panjang, Samsung adalah merek yang kuat dengan produk yang hebat," jelasnya

Samsung pun akan mengatasi masalah ini dengan cepat, kata Newman, berbeda dengan respons yang lambat dari perusahaan Jepang yang mengatasi skandal airbag.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini