Blok Cepu Tetap Diandalkan

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 14 September 2016 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 14 320 1488864 blok-cepu-tetap-diandalkan-wKaHaxkf0U.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) optimistis produksi siap jual atau lifting minyak bisa ditingkatkan melalui peningkatan produksi Blok Cepu. Saat ini target dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2017 sebesar 760.000 barel per hari.

”ExxonMobil mempunyai keinginan meningkatkan Blok Cepu sampai 200.000 bph. Kita minta SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi) menyetujui rencana itu,” ujar Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu, di Jakarta.

Menurut dia, tidak ada alasan SKK Migas untuk tidak menyetujui upaya ExxonMobil meningkatkan produksi minyak Blok Cepu dari 165.000 bph menjadi 200.000 bph.

”Tidak ada alasan SKK Migas menahan upaya peningkatan produksi ini. Kami yakin produksi Blok Cepu bisa diandalkan untuk meningkatkan produksi minyak,” ujarnya.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar Satya W Yudha beranggapan kesiapan ExxonMobil meningkatkan posisi tawar SKK Migas.

Pemerintah dapat meminta ExxonMobil peningkatan produksi minyak dapat digunakan untuk domestik. ”Tambahan produksi dapat digunakan untuk dalam negeri, selain pemerintah juga harus menyiapkan strategi lain dalam rangka meningkatkan produksi,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menolak keinginan ExxonMobil Cepu Ltd meningkatkan produksi Blok Cepu.

Dia beralasan, ExxonMobil terlalu optimistis dengan hitungan tersebut. Peningkatan produksi juga membutuhkan perubahan analisa dampak lingkungan dan menghilangkan garansi kontrak fasilitas utama. Tidak hanya itu, peningkatan produksi akan menambah biaya.

”Selain itu, jatah minyak (entitlement) Exxon lebih banyak dan itu akan diekspor,” kata Amien.

President Director ExxonMobil Cepu Ltd Daniel Wieczynsky menyebut, potensi peningkatan produksi Blok Cepu masih bisa dilakukan mencapai 200.000 bph. Hal itu lantaran cadangan lebih tinggi dari perkiraan awal. Dia menyebut, peningkatan dapat dilakukan dengan memodifikasi fasilitas produksinya. Adapun, saat ini kapasitas produksinya mencapai 185.000 bph. ExxonMobil pun menyatakan kesiapannya melakukan amendemen perubahan lingkungan.

Meski demikian, persetujuan tergantung SKK Migas. Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, peningkatan produksi Blok Cepu hingga 200.000 bph membutuhkan biaya sebesar USD2 juta. Pihaknya pun akan mengkaji dampak yang ditimbulkan dari peningkatan produksi tersebut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini