nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Hadapan Akuntan Indonesia, Menkeu Beri Alasan Pangkas Anggaran

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 20 September 2016 15:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 09 20 20 1493945 di-hadapan-akuntan-indonesia-menkeu-beri-alasan-pangkas-anggaran-Dlf8eiUJAt.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) Akuntansi Indonesia yang dihadiri pimpinan lembaga, gubernur, bupati, dan wali kota, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan.

Di hadapan para akuntan tersebut, Sri Mulyani meminta pengertian atas tindakan pemotongan anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) serta penundaan dana transfer daerah yang telah diputuskan. Menurut Sri, tindakan ini terpaksa dilakukan karena situasi fiskal saat ini masih belum membaik.

Sri meyakini diri bahwa seluruh pimpinan pemerintah pusat dan daerah yang sudah lama berkecimpung di dalam dunia pemerintah mengerti terhadap langkah pemotongan ini. Namun, Sri mengaku ada beberapa kepala daerah yang keberatan dengan rencana pemotongan ini.

Meski demikian, Sri bersama Tim Kementerian Keuangan akan terus memberikan dana sedapatnya mungkin supaya bisa berkontribusi di dalam melaksanakan tugas masing-masing, baik itu pemerintah pusat ataupun daerah.

"Situasi ini merupakan hal yang tidak biasa, tapi Anda yang merasakan situasi ini di 2006/2007 masih tahu. Tapi bagi pemimpinan daerah baru, ini situasi baru sehingga tidak heran kalau ada sebagian belum paham mengatasi situasi ini," ujarnya di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Sri pun meminta tiap pimpinan lembaga, gubernur, bupati, dan walikota, mengoreksi pos masing-masing dengan tujuan dapat menghemat anggaran belanja negara supaya bisa dikelola secara berkelanjutan.

"Kami juga sudah siapkan langkah efisiensi. Tapi dengan mengamankan pos yang bisa dipakai untuk meminimalkan beban ini. Supaya jalannya pemerintah tidak berpengaruh. Saya berharap ini tidak mempengaruhi belanja modal maupun untuk membantu rakyat miskin," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini