IPO Waskita Beton Precast, Bos BEI: BUMN Menunjukkan Keperkasaannya

Danang Sugianto, Jurnalis · Selasa 20 September 2016 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 20 278 1493624 ipo-waskita-beton-precast-bos-bei-bumn-menunjukkan-keperkasaannya-awemTTVaOZ.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) hari ini telah resmi melakukan initial public offering (IPO). Dengan melepas 10,5 miliar lembar saham di posisi harga penawaran Rp490 per lembar saham, perseroan akan memperoleh dana hasil IPO sebesar Rp5,16 triliun.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyambut baik kehadiran anak usaha dari BUMN PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tersebut. Sejak sudah cukup lama pasar modal tidak kehadiran emiten baru dari perusahaan berplat merah.

"Selamat datang di BEI. BUMN telah kembali menunjukkan keperkasaannya," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Tito juga mengatakan, dana hasil IPO yang diperoleh WSBP juga merupakan jumlah terbesar setidaknya untuk saat ini. Apa lagi pada saat penawaran awal, saham WSBP kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 3 kali.

"Rp5,16 triliun adalah angka IPO terbesar saat ini. Bukan hanya itu oversubscribe-nya terbesar untuk saat ini," imbuhnya.

WSBP menjadi emiten baru ke 12 tahun ini. Di mana pada saat pembukaan perdagangan tadi saham WSBP langsung naik 100 poin dari harga awal Rp490 per saham ke Rp590 per saham.

Saham WSBP sempat menyentuh level terendah Rp490 dan tertingginya Rp610. Total frekuensi 2.085 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan 1,96 juta lot dengan nilai Rp116 miliar.

Raih Kontrak Baru Rp7 Triliun

WSBP tahun ini menargetkan untuk meraih kontrak baru sebesar Rp7,6 triliun. Target tersebut sudah hampir tercapai.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengungkapkan, hingga September 2016 perolehan kontrak baru dari WSBP sudah mencapai Rp7 triliun.

"Nilai kontrak baru per September sudah mendekati target yakni sudah Rp7 triliun. Itu belum termasuk carry over Rp3,2 triliun," tuturnya.

Berdasarkan raihan tersebut, Jarot menegaskan pihaknya tidak akan melakukan revisi target kontrak baru tersebut. Bahkan dirinya yakin hingga akhir tahun pihaknya akan meraih kontrak baru sebesar Rp8 triliun.

"Jadi kita tidak ada revisi target. Jadi revisinya tambah," imbuhnya.

Jarot menambahkan, untuk saat ini kapasitas produksi beton precast dan ready mix sebesar 2,3 juta ton per tahun dari 8 pabrik yang dimiliki perseroan.

Dari total produksi tersebut 85 persen di antaranya disalurkan untuk menunjang proyek-proyek induk usahanya yakni PT Waskita Karya Tbk. Sementara sisanya disalurkan untuk proyek-proyek pihak swasta dan pemerintah.

Patok Laba Bersih Tahun Ini Rp620 Miliar

Di tengah geliatnya pembangunan proyek infrastruktur oleh pemerintah, emiten anyar PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) merasa optimis terhadap kinerja tahun ini.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengungkapkan, pihaknya mematok target perolehan penjualan di level Rp4,7 triliun dengan target laba bersih Rp620 miliar.

"Sementara untuk pencapaian kinerja hingga Agustus penjualan sudah Rp2,5 triliun dan laba bersih Rp310 miliar," kata Subana.

Subana yakin target tersebut bisa tercapai. Apalagi pihaknya baru saja mendapatkan dana segar hasil pencatatan saham perdana alias IPO sebesar Rp5,16 triliun.

"Dana itu akan kita gunakan 44 persen untuk capex (capital expenditure) dan 56 persen untuk modal kerja. Sementara untuk pembayaran utang lebih dari cashflow internal," imbuhnya.

Pihaknya tahun ini menganggarkan capex sebesar Rp1,1 triliun. Dana tersebut telah digunakan untuk mengakuisisi dua pabrik dan menambah dua plant.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini