Presiden Jokowi Sebut Energi Birokrasi Habis Urusi SPJ

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 20 September 2016 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 20 320 1493696 presiden-jokowi-sebut-energi-birokrasi-habis-urusi-spj-vUVOHvQEx9.jpg Presiden Joko Widodo (Foto : Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, kinerja pemerintah dalam pengelolaan keuangan negara berbanding terbalik dengan prinsip kerja yang sebenarnya. Di mana, hampir 70 persen birokrasi yang ada setiap harinya mengurusi Surat Pertanggung Jawaban (SPJ).

Padahal, kata Jokowi, pengelolaan keuangan negara bukan semata-mata hanya pada masalah teknis akuntansi saja, melainkan tetap menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan negara yang menjadi pertanggung jawaban moral pemerintah sebagai penyelenggara negara.

"Mohon maaf, energi kita juga jangan habis di SPJ," kata Jokowi saat Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Jokowi mencontohkan, saat ini banyak guru dan kepala sekolah yang tidak fokus konsentrasi pada kegiatan belajar mengajar karena mengurusi SPJ. Jika dilihat, sambung Jokowi, di sekolah-sekolah itu kebanyakan guru mengurusi SPJ yang di setiap meja kerja banyak berkas laporan SPJ yang menumpuk.

"Coba kita lihat di PU, mohon maaf PU itu harusnya konsentrasi 80 persen itu ngontrol jalan. Ngontrol irigasi yang rusak, ngecek jalan yang berlubang seperti apa. Tapi coba lihat sekarang, karena orang takut semua yang namanya SPJ," tambahnya.

Tidak hanya itu, orientasi pengelolaan keuangan negara yang terfokus hanya pada SPJ telah mengubah cara kerja dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia. Seperti pada sektor pertanian, sejak dulu setiap pagi hari selalu ada Pengawas Pertanian Lapangan (PPL) yang berjalan di pematang sawah untuk bercengkrama langsung dengan petani, untuk memberikan bimbingan.

Saat ini, dapat dipastikan Dinas Pertanian semuanya duduk manis masing-masing meja kerjanya yang beruang AC untuk mengurusi SPJ. "Ini mohon maaf supaya menjadi pemikiran bersama jangan sampai kita terjebak pada rutinitas yang kita anggap itu benar tetapi memang harusnya seperti itu tetapi bukan konsentrasi kita menjadi tergiring ke sana, energi kita tergiring kesana. maaf ini saya lihat di lapangan," kata Jokowi.

"Saya ini orang lapangan jadi melihat foto ini apa kok sampai jam 11.00 kalau sudah akhir-akhir sampai jam 11.00 ini apa. Saya lihat meja ini apa banyak yang lembur -lembur sampai malam. SPJ pak. SPJ pak," tukasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini