Jokowi: Orientasi Kita Hasil, Bukan SPJ!

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 20 September 2016 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 20 320 1493715 jokowi-orientasi-kita-hasil-bukan-spj-1gGayKhyoS.jpg Presiden Joko Widodo (Foto : Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kinerja pemerintah harus berorientasi pada hasil jangan sampai energi pemerintah hilang begitu saja hanya untuk mengurusi Surat Pertanggung Jawaban (SPJ).

Jokowi menuturkan, tantangan pemerintah saat ini adalah bagaimana menyusun laporan keuangan berbasis akrual, yang mana lebih sulit lagi dalam pelaksanaannya.

"Sekali lagi orientasi kita harus orientasi hasil jangan sampai ini kita kehilangan energi betul semuanya mengarah pada SPJ, SPJ, SPJ," kata Jokowi pada saat Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Jokowi menyadari, setiap perubahan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan bukan sesuatu hal yang mudah diterapkan. Akan tetapi, transparansi dan akuntabilitas bisa mengejar agar sesuai yang diinginkan oleh sistem akuntansi dan pelaporan.

"Tapi sekali lagi bu menteri, mungkin kepala BPK tadi yang saya sampaikan tadi hanya ingin memberikan sebuah gagasan Apakah betul apa yang sudah selama ini kita lakukan mungkin bisa menjadi sebuah pemikiran untuk yang akan datang. Sehingga orientasi kita sekali lagi adalah orientasi hasil, bukan orientasi laporan," tambahnya.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengingatkan kepada seluruh pejabat kabinet kerja baik kementerian/lembaga, dan seluruh pejabat daerah untuk berhenti pada orientasi mengejar predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Sebab, sambung Jokowi, opini WTP bukan merupakan jaminan bahwa tidak akan ada praktek penyalahgunaan keuangan, tidak akan ada praktek korupsi. Justru dengan predikat WTP pemerintah harus bekerja keras membangun pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel.

Oleh karena itu, tegas Jokowi, seluruh pejabat negara harus mulai membangun sistem yang baik dengan mengembangkan digitalisasi, debirokratisasi dengan menyederhanakan.

"Jangan lupa kita harus membangun manusianya, SDM-nya dengan meningkatkan kompetensi kapasitas SDM kita secara berkelanjutan. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan," tukasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini