nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Harus Beri Peringatan Tambahan pada Produk Minuman Beralkohol

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Rabu 21 September 2016 16:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 09 21 320 1495069 pemerintah-harus-beri-peringatan-tambahan-pada-produk-minuman-beralkohol-Pc1rcAo4V6.jpg Minuman beralkohol. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memandang Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol dirasa tidak tepat. Seharusnya pemerintah bisa lebih mengedukasi konsumennya.

Anggota Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo mengatakan, hak konsumen juga mengatur hak keamanan (safety) terkait informasi. Jika minuman beralkohol hanya mencantumkan kandungan alkohol, maka setidaknya pemerintah harus bisa memberikan edukasi kepada konsumen.

"Kalau enggak bisa dikasih peringatan tambahan. Dan terpenting lagi edukasi konsumen, mendapatkan pendidikan. Jadi ada hak atas safety informasi dan konsumer education. Mestinya pengaturannya lebih ke sana," ucapnya di Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Catatan YLKI lainnya, adalah substansi pengaturannya seharusnya tidak hanya fokus pada produksi saja, melainkan juga distribusi di ritel-ritel. Menurutnya, pemerintah bisa mengatur peredaran atau pemanfaatan minol ini dengan cara pengawasannya di lapangan.

"Jadi ada misalnya kalau bicara beberapa negara, London, kalau ritelnya banyak ritel yang gunakan transaksi mandiri pakai mesin, tapi kecuali pada produk tertentu. Jadi enggak boleh (alkohol dibeli secara sembarangan). Jadi itu pengendalian distribusi seperti itu," tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini