nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Siapkan Paket Ekonomi Khusus Restorasi Gambut

ant, Jurnalis · Senin 26 September 2016 21:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 09 26 20 1499232 pemerintah-siapkan-paket-ekonomi-khusus-restorasi-gambut-j6gBifxRLN.jpg Ilustrasi : Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan paket ekonomi baru berisi paket-paket investasi yang khusus dikembangkan untuk mendukung percepatan restorasi lahan gambut yang sedang berjalan di Indonesia.

"Kementerian Keuangan, BKPM, Presiden akan kami ajak bicara supaya ada paket ekonomi yang bisa dikeluarkan," kata Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead saat menjelaskan hasil pertemuan Building Investment Partnership for Peatland Conservation, Restoration, and Development dalam Indonesia High Level Dialogue New York di Kantor BRG, Jakarta, Senin.

Paket ekonomi ini, menurut dia, bisa masuk ke dalam bentuk investasi hijau untuk menjaga hutan dan lahan gambut yang ada dengan teknik budidaya yang cocok dengan prinsip-prinsip perlindungan konservasi.

Berdasarkan perhitungan BRG, ia mengatakan empat juta hekatare (ha) area gambut budidaya dalam kondisi rusah dan harus diubah perlakuannya, yang harus disupervisi untuk memperbaiki ketahanan hidrologinya. "Kami undang pihak donor filantropi untuk membantu restorasi lahan ini," katanya.

Dari hasil pertemuan di New York, menurut dia, banyak yang tertarik untuk melakukan investasi restorasi gambut ini, meski dengan alasan utama adalah jual-beli karbon. "Tapi saya yakin ada lah yang tertarik dengan yang lain, seperti budidaya kelapa, sagu, jelutung, nanas, dan jenis tanaman budi daya lain yang cocok dengan lahan gambut," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut juga terungkap bahwa tidak ada kekhawatiran untuk risiko politik investasi di lahan gambut mengingat komitmen Pemerintah melakukan restorasi, sudah adanya lembaga yang bertanggung jawab dalam hal ini BRG, adanya kebijakan terkait lahan gambut melalui Peraturan Pemerintah (PP) 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut yang revisinya diperkirakan akan ditandatangani Presiden dalam satu minggu ke depan.

Pengembangan faktor risiko pasar, menurut Nazir, memang dianjurkan untuk dikembangkan. Selain itu, rencana pengembangan bisnis juga dianjurkan untuk disiapkan dengan melibatkan pakar ekonomi hingga 'business intellegent' untuk restorasi gambut.

Deputi Perencanaan dan Kerja Sama BRG Budi Wardhana mengatakan paket ekonomi tersebut akan dikeluarkan secepatnya, dan saat ini paket-paket investasi di lahan gambut dengan pemilihan tanaman yang sesuai dengan kondisi alaminya sedang disiapkan. Harapannya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB untuk Perubahan Iklim (Conference of Parties/COP) ke-22 di Marakkesh, Maroko, awal November 2016, paket-paket investasi tersebut sudah dapat diperkenalkan.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini