nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daftar Negara-Negara Paling Kompetitif versi WEF

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 29 September 2016 05:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 09 28 320 1501107 daftar-negara-negara-paling-kompetitif-versi-wef-NapH4IWAtJ.jpg Ilustrasi perekonomian global. (Foto: Okezone)

JAKARTA - World Economic Forum (WEF) kembali merilis Global Competitiveness Report keadaan perekonomian dunia. WEF mengambil data pada beberapa bidang, seperti tingkat kesehatan bank serta kecanggihan bisnis di masing-masing negara.

Kemudian, data tersebut digunakan untuk menyusun gambaran ekonomi dari hampir setiap negara di bumi. Negara-negara tersebut, memiliki 12 pilar daya saing, yang meliputi lingkungan makro-ekonomi, infrastruktur, kesehatan dan pendidikan dasar, dan efisiensi pasar tenaga kerja.

Tahun ini, Inggris naik tiga tempat pada daftar negara paling kompetitif di dunia. Meski demikian, Brexit bisa mengancam downside daya saing ekonomi Inggris. Selain itu, ada juga sedikit perubahan di puncak peringkat, setelah selama bertahun-tahun tetap bertahan.

Berikut adalah 31 negara paling kompetitif, berdasarkan data WEF, seperti dilansir dari BussinessInsider.

30. Estonia, dengan nilai 4,78.

Negara ini berhasil mempertahankan posisinya di 30, karena terus menjadi salah satu perekonomian paling inovatif di dunia.

29. Arab Saudi, dengan nilai 4,84.

WEF mencatat negara tersebut tergelincir empat peringkat akibat ekonomi makro mereka yang memburuk, menyusul penurunan tajam pada harga energi. Namun, WEF masih menunggu bagaimana negara ini meluncurkan rencana ambisius untuk diversifikasi ekonomi.

28. China, , dengan nilai 4,95.

Negara ini tetap berada di peringkat 28 tiga tahun berturut-turut, meskipun skor secara keseluruhan sebenarnya telah meningkat berkat perbaikan dalam pendidikan tinggi, inovasi, dan kecanggihan bisnis.

27. Islandia, dengan nilai 4,96.

Islandia adalah negara di mana tingkat pekerja diharapkan lebih baik dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. WEF menilai negara ini akan aman sebagai salah satu negara yang paling kompetitif di dunia.

26. Korea Selatan, dengan nilai 5,03.

WEF mengatakan bahwa keuangan publik yang sehat telah membawa negara tersebut naik dua peringkat. Korea Selatan mencatat pilar ekonomi makro mereka sangat baik, hanya tertinggal di belakang Norwegia dan Qatar.

25. Malaysia, dengan nilai 5,16.

Di antara negara-negara berkembang, Malaysia terus memimpin negara yang kompetitif. Meskipun sempat kehilangan pijakan tahun ini, setelah enam tahun mengalami perbaikan. WEF mencatat, negara tersebut perlu meningkatkan tata kelola dan mengatasi korupsi.

24. Israel, dengan nilai 5,18.

Israel naik tiga posisi karena berhasil membangun positioning sebagai salah satu perekonomian paling inovatif di dunia.

23. Irlandia, dengan nilai 5,18.

Irlandia sebenarnya berada dalam posisi yang sama dengan Israel, berkat pembangunan infrastruktur dan reformasi pajak, yang membuat posisi Irlandia naik lebih lanjut.

22. Australia, dengan nilai 5,19.

WEF mencatat bahwa negara itu memiliki kinerja stabil dibandingkan sebelumnya dan sangat konsisten. WEF menilai Australia perlu meningkatkan inovasi dan kecanggihan bisnis mereka untuk naik kelas.

21. Prancis, dengan nilai 5,20.

Negara ini naik satu peringkat, berkat perbaikan dalam inovasi dan kecanggihan subindex. WEF juga mencatat bahwa perbaikan dalam lingkungan ekonomi makro membantu meningkatkan posisinya meskipun masih lemah.

20. Luksemburg, dengan nilai 5,20.

Memiliki nilai yang sama dengan Prancis, negara ini mungkin menjadi salah satu yang paling kaya di dunia. Sayangnya, minimnya inovasi dan masalah tenaga pekerjaan yang berpendidikan memadai membuat posisinya terus terancam.

19. Austria, dengan nilai 5,22.

WEF mencatat Asutria memiliki mencapai skor yang solid. Namun, WEF menilai Austria perlu melonggarkan peraturan tenaga kerja yang restriktif guna mencapai peringkat yang lebih baik.

18. Qatar, dengan nilai 5,23.

Seperti sepupunya di Timur Tengah, kondisi makroekonomi Qatar tengah terguncang oleh pelemahan harga energi. Akibatnya, kemampuannya berkurang tahun ini.

17. Belgia, dengan nilai 5,25.

Skor negara ini sebenarnya sangat baik di banyak pilar, hanya saja kondisi perpajak telah membawa Belgia turun peringkat. WEF menilai, tarif pajak dan peraturan untuk melakukan bisnis sangat bermasalah.

 

16. Uni Emirat Arab, dengan nilai 5,26.

UAE berhasil membuat kemajuan kecil di berbagai bidang seperti adopsi teknologi dan kecanggihan bisnis. WEF mengatakan bahwa lingkungan ekonomi makro yang memburuk disebabkan oleh harga minyak yang rendah.

15. Kanada, dengan nilai 5,27.

Negara berhasil meningkatkan kesiapan teknologi, kesehatan dan pendidikan dasar, serta efisiensi pasar tenaga kerja mereka. Tetapi WEF menilai tren tersebut harus dibayar dengan menurunnya dalam inovasi, kecanggihan bisnis, pengembangan pasar keuangan, infrastruktur dan efisiensi pasar barang.

14. Chinese Taipei (Taiwan), dengan nilai 5.28.

Meskipun secara keseluruhan Taiwan mencapai skor yang tinggi, namun WEF mencatat Taiwan masih memiliki beberapa faktor bermasalah seperti ketidakstabilan kebijakan, kapasitas untuk berinovasi, dan birokrasi pemerintah yang tidak efisien.

13. Selandia Baru, dengan nilai 5,31.

WEF mengatakan negara tersebut memiliki peringkat yang lebih baik karena dinamika bisnis yang telah terjadi untuk inovasi.

12. Denmark, dengan nilai 5,35.

Negara ini berhasil menempati posisi yang lebih tinggi karena sistem yang berkelanjutan terkait pendidikan dan keterampilan. WEF mengatakan, Denmark adalah salah satu negara pertama memasukkan ilmu komputer dalam kurikulum sekolah dasar mereka yang akan diperlukan untuk mendorong perekonomian jangka panjang.

11. Norwegia, dengan nilai 5,44.

Negara ini berhasil naik peringkat, berkat skor tinggi dalam pendidikan tinggi dan pelatihan, serta efisiensi pasar tenaga kerja dan pengembangan pasar keuangan.

10. Finlandia, dengan nilai 5,44.

Meski memiliki skor yang sama dengan Norwegia, namun negara ini turun dua tempat karena jatuhnya ekspor ke Rusia dan penurunan permintaan untuk kertas dan ekspor elektronik. WEF mengatakan, hal ini sangat memberikan dampak negatif pada ekonomi.

9. Hong Kong, dengan nilai 5,48.

WEF mengatakan Hong Kong sangat kompetitif, efisien dan mejadi salah satu negara yang paling terbuka di dunia. WEF menilai, pasar tenaga kerja Hong Kong menjadi salah satu dunia yang paling fleksibel dan efisien di dunia.

9. Jepang, dengan nilai 5,48.

Negara ini jatuh dua tempat dari daftar tersebut, karena perbaikan pada ekonomi makronya. WEF mencatat hal ini lantaran defisit anggaran lebih rendah dari tahun lalu, meskipun masih cukup besar.

7. Inggris, dengan nilai 5.49.

Inggris berhasil naik tiga peringkat, namun data ini diambil sebelum Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa pada 23 Juni. Meskipun proses dan kondisi Brexit masih belum diketahui, namun dampak negatif pada daya saing Inggris melalui pasar uang dan barang mungkin akan terjadi.

6. Swedia, dengan nilai 5,53.

Swedia berhasil naik tiga tempat, berkat perbaikan dalam faktor-faktor dasar daya saing, terutama lingkungan ekonomi makro.

5. Jerman, dengan nilai 5,57.

Jerman berhasil naik satu tempat karena lingkungan ekonomi makro yang umumnya stabil dengan defisit pemerintah yang sangat rendah. Namun, Jerman masih seperti sisa euro Zone lainnya, menghadapi masalah dengan inflasi mendekati 0 persen.

4. Belanda, dengan nilai 5,57.

Berada di posisi yang sama dengan Jerman, Belanda berhasil naik peringkat lagi tahun ini, setelah meningkatkan skor melalui perbaikan di semua tiga subindexes, termasuk infrastruktur, kesehatan dan pendidikan dasar, pendidikan tinggi serta efisiensi pasar, kesiapan teknologi, kecanggihan bisnis, dan inovasi.

3. Amerika Serikat, dengan nilai 5,70.

Situasi ekonomi makro yang stabil dan defisit anggaran yang terus turun membuat ekonomi semakin kuat. Posisi Amerika Serikat didorong oleh inovasi, kecanggihan bisnis, pengembangan pasar keuangan, efisiensi pasar tenaga kerja, dan pendidikan dan pelatihan yang lebih tinggi.

2. Singapura, dengan nilai 5,72.

Singapura tetap berada di posisi kedua untuk enam tahun berturut-turut. WEF mencatat, Singapura hanya perlu meningkatkan skor di seluruh kecanggihan bisnis dan inovasi, jika ingin menjadi nomor satu.

1. Swiss, dengan nilai 5,81.

Swiss tidak hanya berhasil mempertahankan posisinya, tetapi mereka juga mencatatkan skor yang lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. WEF mengatakan bahwa Swiss unggul pada efisiensi pasar tenaga kerja, kecanggihan bisnis, inovasi dan kesiapan teknologi.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini