Image

Ekonomi China Melambat, Begini Saran World Bank

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2016, 10:16 WIB
https img o okeinfo net content 2016 10 05 20 1506519 ekonomi china melambat begini saran world bank 0m86InjqFS jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA – World Bank (Bank Dunia) mencatat, ekonomi China (Tiongkok) akan mengalami perlambatan hingga 2018. Bahkan, diproyeksi ekonomi China akan tumbuh 6,3 persen pada 2018 atau lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan pada tahun ini sebesar 6,7 persen.

Untuk itu, negara-negara di sekitar kawasan Asia Timur dan Pasifik pun dikhawatirkan akan terkena dampak. Diproyeksikan rata-rata pertumbuhan ekonomi negara sekitar Asia Timur dan Pasifik pada tahun ini 4,8 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang sebesar 5,8 persen.

Untuk itu, Kepala Ekonom Bank Dunia di Kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty mengatakan, negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik perlu melakukan beberapa hal untuk menghadapi perlambatan ekonomi China ini. Salah satunya adalah dengan membangun proyek infrastruktur.

"Namun, kawasan ini masih menghadapi berbagai risiko besar untuk tumbuh, dan sejumlah negara perlu mengambil berbagai langkah untuk mengurangi kerentanan finansial dan fiskal," ujarnya melalui video conference di Singapura, Rabu (5/10/2016).

"Untuk jangka panjang, laporan menyarankan agar negara-negara mengatasi rintangan terhadap pertumbuhan inklusif yang berkesinambungan, dengan memenuhi kesenjangan infrastruktur, mengurangi malnutrisi dan memperkuat inklusi keuangan," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa mengatakan, pemanfaatan teknologi juga perlu dikembangkan untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan. Khususnya adalah untuk ekonomi China yang kini sangat bergantung pada sektor konsumsi.

"Tantangan jangka panjang adalah meneruskan pertumbuhan dan membuatnya menjadi inklusif, dengan mengurangi kesenjangan penghasilan dan akses layanan umum, terutama di Tiongkok. Lalu memperbaiki infrastruktur seluruh kawasan, mengurangi malnutrisi anak, dan mempertajam potensi teknologi untuk menumbuhkan inklusi finansial," tuturnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini