Image

4 Saran World Bank untuk Perbaikan Asia Timur dan Pasifik

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2016, 11:29 WIB
https img okeinfo net content 2016 10 05 20 1506576 4 saran world bank untuk perbaikan asia timur dan pasifik naafXaGs8R jpg Ilustrasi : Shutterstock

JAKARTA – World Bank (Bank Dunia) telah merilis data proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik hingga akhir 2018. Secara keseluruhan, Bank Dunia memprediksi ekonomi negara berkembang di Asia Timur akan tumbuh sebesar 5,8 persen pada 2016.

Akan tetapi, pada 2017 hingga 2018 ekonomi negara berkembang pada kawasan Asia Timur akan melambat hingga 5,7 persen. Hal ini disebabkan karena turut melambatnya ekonomi domestik China yang masih bergantung pada sektor konsumsi.

Untuk itu, Kepala Ekonom Bank Dunia di Kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty mengungkapkan, terdapat empat hal yang perlu dilakukan oleh negara-negara di Kawasan Asia Timur. Upaya ini perlu dipertimbangkan dan diterapkan untuk jangka panjang.

"Pertama, Tiongkok direkomendasikan untuk berpijak dari kesuksesan sebelumnya dalam mengurangi kemiskinan, dengan memperbaiki akses layanan umum untuk penduduk desa dan untuk kaum migran yang terus bertambah ke daerah perkotaan," ujarnya dalam video conference di Singapura, Rabu (5/10/2016).

Kedua, negara-negara lain di kawasan perlu mengatasi kesenjangan infrastruktur dengan menyeimbangkan kembali pengeluaran publik, meningkatkan kerjasama publik dan swasta serta memperbaiki efisiensi manajemen investasi publik.

Adapun saran ketiga adalah mengenai malnutrisi. Bank Dunia menyerukan pembuat kebijakan untuk mengatasi malnutrisi yang meluas. Pasalnya, tigginya tingkat malnutrisi terjadi di kalangan anak-anak ada di banyak negara, bahkan di negara kaya sekalipun.

"Hal ini berujung kepada defisit kesehatan dan kognitif yang sulit untuk dikembalikan kembali. Laporan ini merekomendasikan langkah-langkah terkoodinir di seluruh area, termasuk di program pembangunan anak usia dini dan intervensi micronutrient," imbuhnya.

Terakhir, Bank Dunia juga merekomendasikan negara-negara berkembang untuk mempertajam potensi teknologi dalam mentrasformasi pelayanan keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan.

Bank Dunia pun menyebut kawasan Asia Timur dan Pasifik secara teknologi sudah cukup maju dengan tingkat penetrasi penggunaan telepon selular yang cukup tinggi. Namun kawasan ini tertinggal dalam hal layanan keuangan.

"Untuk mengambil keuntungan dari inovasi keuangan, negara-negara harus memperkuat kerangka hukum dan undang-undang serta mempertegas perlindungan konsumen," jelasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini