nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inggris Diminta 'Singkirkan' Perusahaan yang Kurang Pekerjakan Warga Lokal

ant, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2016 18:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 05 213 1507045 inggris-diminta-singkirkan-perusahaan-yang-kurang-pekerjakan-warga-lokal-50lRzHzvpW.jpg London (Foto: Timeout)

LONDON - Pemerintah ingin "menyingkirkan" bisnis-bisnis yang tidak melakukan hal yang cukup untuk mempekerjakan pekerja Inggris sebelum mempekerjakan staf asing, Menteri Dalam Negeri Amber Rudd mengatakan pada Rabu.

Komentar itu menyusul pengumuman Rudd dalam konferensi Partai Konservatif pada Selasa yang menyebutkan dia akan meluncurkan sebuah peninjauan ulang terhadap apakah perekrutan pekerja asing harus dipersulit, sebuah gagasan yang ditentang oleh para kelompok pemilik lapangan kerja.

Kekhawatiran atas imigrasi merupakan sebuah faktor kunci dalam Brexit yang ada di referendum Juni, dan bahwa pemerintah baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Theresa May telah mencoba untuk memberlakukan langkah keras demi menurunkan jumlah migran.

Ketika diwawancarai oleh BBC Radio pada Rabu pagi, Rudd diminta untuk menanggapi kritik Adam Marshall, yang menjadi kepala Badan Perdagangan Inggris, yang mengatakan bahwa bisnis-bisnis yang ada telah melakukan banyak upaya untuk merekrut dan melatih tenaga kerja setempat.

"Dia mungkin mengetahui bisnis-bisnis yang mengambil pendekatan positif itu dan kami menyambutnya, namun saya mengkhawatirkan akan terdapat beberapa pihak yang tidak begitu konstruktif dan mereka merupakan pihak yang ingin kami singkirkan," ujar Rudd.

Dalam pidato konferensinya, Rudd mengatakan bahwa sejumlah pengujian yang harus diambil oleh perusahaan sebelum merekrut dari luar negeri telah menjadi sebuah "latihan persetujuan" dan harus diperketat dalam beberapa cara.

"Uji itu harus memastikan bahwa mereka yang datang memenuhi celah dalam pasar tenaga kerja, bukan mengambil pekerjaan yang dapat dilakukan oleh warga Inggris," ujarnya.

Salah satu aspek yang peling kontroversial dalam proposal Rudd adalah gagasan untuk para perusahaan yang mewajibkan untuk mengumumkan proporsi tenaga kerja mereka yang internasional.

"Saya rasa banyak bisnis akan sedih jika mereka merasa bahwa memiliki sebuah tenaga kerja global dapat dipandang sebagai sebuah tanda yang memalukan," ujar Marshall dari Badan Perdagangan Inggris.

Para lawan plitik pihak Konservatis mencela nada bicara dan isi pengumuman Rudd itu.

"Nada bicara konferensi Konservatis telah menjadi semakin anti asing," ujar Andy Burnham, politisi dari Partai Buruh yang memimpin kebijakan sektor imigrasi dan sektor lain yang kurang bagus dalam pengurangan Rudd.

"Gagasan terkait perusahaan Inggris untuk mengeluarkan daftar para pekerja asing berlawanan dengan segala yang dijunjung tinggi oleh negara ini. Itu akan memecahbelah, diskriminatif dan memberikan resiko terhadap ketenangan dalam tempat kerja dan masyarakat," jelasnya.

Nicola Sturgeon, pemimpin Partai Nasional Skotlandia, mengatakan dalam akun Twitter miliknya bahwa "kami tampaknya bangun dengan pemerintahan UKIP," mengacu kepada Partai Kemerdekaan Inggris yang anti-imigrasi.

"Depresi bahkan belulm mencakup semuanya," ujar Sturgeon.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini