Share

Ongkos Sewa Naik 450%, Pengusaha Protes Perum Perikanan

Hendra Kusuma, Okezone · Kamis 06 Oktober 2016 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 06 320 1507508 ongkos-sewa-naik-450-pengusaha-protes-perum-perikanan-CoH0x8RiIs.jpg Ilustrasi perikanan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Para pengusaha ikan yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Pelabuhan Muara Baru (P3MB) kini menghadapi tantangan yang sulit. Bukan perkara badai ataupun cuaca yang menyulitkan mereka melaut, adalah kebijakan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) yang dianggap seenaknya menaikkan uang sewa sampai 450 persen.

Angka ini dirasa sangat tinggi, berarti harga sewa bisa mencapai lebih dari Rp50 miliar. Kebijakan ini sangat disesalkan karena akan menghambat pengusaha ikan dan nelayan untuk bertahan dengan kondisi sekarang.

"Kenaikan sepihak ini jelas akan berpengaruh besar dari hulu sampai hilir. Jelas semua sektor terkena imbasnya dan akan membuka peluang pengangguran baru yang jumlah ribuan bahkan puluhan ribu orang," jelas Ketua P3MB Tachmid Widiasto Pusoro di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Para pengusaha menyadari kenaikan diperlukan untuk meningkatkan fasilitas yang ada, namun perlu ada diskusi dua pihak, sehingga tidak merugikan pihak pengusaha dan nelayan. P3MB berharap kenaikan tidak lebih dari 20 persen, sehingga nantinya kenaikan berbagai biaya di sektor terkait masih rasional dan tidak memberatkan masyarakat sebagai konsumen.

"Beberapa tahun terakhir hasil tangkapan kami berkurang karena kebijakan pemerintah. Mulai dari moratorium kapal asing sampai transhipment. Kami ikuti dengan baik, namun jangan juga kami dibebankan biaya sewa yang mahal, ini jelas membunuh kami pelan-pelan," tambahnya.

Tachmid menjelaskan, dampak terburuk bagi para pengusaha adalah tak sanggup lagi menanggung beban operasi yang naik berlipat-lipat dan akhirnya gulung tikar. Jika hal itu terjadi, puluhan ribu orang terancam kehilangan pekerjaan.

"Di pelabuhan Muara Baru ini kami mempekerjakan delapan ribu dari 52 perusahaan. Belum lagi unit usaha lain yang terkait. Total lebih dari 50 ribu orang menggantungkan hidupnya dari aktivitas di pelabuhan Muara Baru ini," kata dia.

Tuntutan pengusaha dan nelayan berdasarkan Inpres nomor 7 tahun 2016, yakni tarif sewa naik tidak lebih dari 20 persen, masa sewa minimal 10 tahun, pengosongan paksa dihentikan, bagi hasil keuntungan 25 persen usaha solar di kawasan pelabuhan muara baru dibatalkan, tidak ada oligopoli penjualan solar, transhipment diizinkan, pembatasan GT untuk SIPi 150 GT dan SIKPI 200GT direvisi, pengurusan izin kapal berlayar selesai dalam tujuh hari kerja.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini