Dua Industri yang Disepakati Menko Darmin Dapatkan Tax Allowance

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 07 Oktober 2016 21:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 10 07 20 1509206 dua-industri-yang-disepakati-menko-darmin-dapatkan-tax-allowance-r6WvsDqnCq.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution telah memutuskan untuk memberikan insentif pajak berupa tax allowance bagi dua sektor industri, yaitu kepada PT Sukses Mantap Sejahtera dan PT Permata Hijau Palm Oleo.

PT Sukses Mantap Sejahtera menjadi perusahaan pionir yang mendirikan pabrik gula di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dan bertujuan mendukung swasembada gula. Mereka akan mendirikan pabrik gula di wilayah Indonesia Timur.

Menurut Darmin, adapun total aset dari lahan perusahaan ini adalah senilai Rp1 triliun. Hal inilah yang diberikan keringanan pajak oleh pemerintah.

"Itu kasusnya udah lama itu. Ada yang belum putus-putus dari dulu. Itu kebunnya. Ada juga pengolahannya tapi ini kan urusan lahan," kata Darmin di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

"Jadi ya walaupun ada ada pabriknya tapi pabriknya enggak ikut. Yang ikut hanya lahan, yang dimintakan tax allowance, keringanan pajak karena dia sudah menanam tebu untuk diolah menjadi gula," imbuh Darmin.

Sementara itu, PT Permata Hijau Palm Oleo yang bergerak di industri kimia dasar organik, memperoleh persetujuan pemberian tax allowance untuk Oleochemical Plant.

Perusahaan ini sebelumnya mendapat izin mendirikan pabrik di Belawan, namun karena tersedianya pasokan gas, mereka memindahkan lokasinya ke Deli Serdang, Sumatera Utara dan mengganti energinya menjadi batu bara.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan bahwa pemerintah harus memenuhi janji kepada investor untuk memberikan fasilitas agar mereka juga merealisasikan investasinya.

“Ketertundaan proyek ini bukan karena salah mereka, tapi karena kendala di lapangan, mulai dari izin di daerah hingga urusan lahan,” tutur Tom Lembong.

Kedua perusahaan ini pun resmi memperoleh insentif pajak pada hari ini. Meskipun selama ini terdapat kendala prosedural, namun Darmin mengungkapkan bahwa hal tersebut telah selesai dibahas dalam lingkup pemerintah pusat.

"Tadinya karena ada persoalan urusan prosedurnya yang dianggap tidak terlalu memenuhi maka ditunda-tunda terus keputusannya. Setelah tadi kita bicarakan kita lihat enggak ada masalah kan sebetulnya. Yaudah kita bikin aja paraf semuanya," imbuh Darmin.

"Kemudian kan itu tidak semuanya bisa diperhitungkan, baru dihitung tax allowance 30 persen dari investasi," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini