Prancis Ngambek, Polandia Batal Beli 50 Helikopter Airbus

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 12 Oktober 2016 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 12 320 1512599 prancis-ngambek-polandia-batal-beli-50-helikopter-airbus-VVS50Jte6M.jpg Helikopter (Foto: Homeland.defence-new.blogspot.co.id)

JAKARTA - Batalnya pemerintah Polandia atas rencana pembelian pesawat asal Prancis, Airbus membuat hubungan diplomatik kedua negara 'memanas'. Insiden inipun membuat Presiden Prancis Hollande membatalkan kunjungan kerja ke Warsawa dan bakal melakukan peninjauan kembali terkait kerjasama pertahanan lainnya.

Melansir BBC, Rabu (12/10/2016), pemerintah Polandia membatalkan pembelian 50 helikopter jenis Caracal senilai 3,14 miliar euro atau sekira USD3,51 miliar. Pihak Polandia menyebut, kontrak pembelian helikopter yang diajukan tidak sesuai dengan kepentingan ekonomi dan keamanan negara.

Sebagai gantinya, Presiden Hollande mengutus Menteri Luar Negeri Jean-Marc Ayrault yang akan melakukan kunjungan ke Polandia. Keenggannya Presiden Hollande mengindikasikan kemarahan Prancis atas sikap Polandia tersebut.

Kunjungan Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian yang dijadwalkan Senin depan juga telah dibatalkan.

Kementerian terkait Polandia mengumumkan bahwa terjadi perbedaan perjanjian yang membuat kontrak pembelian helikopter dibatalkan.

Polandia menganggap kontrak untuk kesepakatan menjadi lebih, tambahnya. Paket yang diusulkan termasuk kesepakatan bahwa Prancis akan berinvestasi di Polandia untuk mengimbangi biaya helikopter.

Sekedar informasi, dalam kontrak tersebut disebutkan bahwa Polandia akan membeli 50 unit helikopter dengan tujuan modernisasi militer dan meningkatkan koordinasi dengan sekutu NATO.

Namun, hubungan menjadi renggang sejak terpilihnya pemerintahan di bawah pimpinan Andrzej Duda pada bulan Oktober 2015.

Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan, Polandia adalah negara besar, tapi pembatalan pembelian helikopter tersebut dipertanyakan untuk industri pertahanan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini