Image

Tax Amnesty Periode II Tak Akan Semeriah Sebelumnya

Dedy Afrianto, Jurnalis · Selasa 18 Oktober 2016, 05:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 17 20 1517297 tax-amnesty-periode-ii-tak-akan-semeriah-sebelumnya-kcSeen2UdB.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Program tax amnesty atau pengampunan pajak telah memasuki periode kedua. Pada periode kali ini, tax amnesty diproyeksi tidak akan semeriah sebelumnya.

Pasalnya, kali ini pemerintah mulai fokus membidik para pelaku UMKM untuk mencapai target target raihan dana tebusan sebesar Rp165 triliun.

Namun, anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno menuturkan, total raihan tarif tebusan program tax amnesty pada periode kedua dan ketiga ini tidak akan jauh lebih besar dibandingkan tax amnesty pada periode pertama lalu. Sebab, tax amnesty pada periode pertama lalu telah banyak diikuti oleh para wajib pajak besar yang juga telah membayar tebusan dalam jumlah besar.

"Kalau pada periode pertama lalu kan tarif tebusan capai sekitar 60 persen dari target. Nah kalau periode kedua nanti 30 persen dari target dan periode ketiga adalah 10 persen," ujarnya saat dihubungi Okezone di Jakarta.

Sebagian besar peserta tax amnesty ini berasal dari kalangan UMKM. Namun, Komisi XI DPR RI juga memprediksi masih terdapat wajib pajak besar yang akan ikut tax amnesty pada periode kedua dan ketiga. Hal inilah yang menopang perolehan dana tax amnesty hingga akhir Maret 2017 mendatang.

"Kebanyakan UMKM. Tapi kita prediksi masih ada wajib pajak besar. Jadi kita lihat saja nanti," tuturnya.

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Pajak mencatat besarnya tarif tebusan yang berhasil diperoleh pada periode pertama lalu yang mencapai Rp89,1 triliun berdasarkan SPH (Surat Pernyataan Harta) dan Rp97,2 triliun berdasarkan SSP (Surat Setoran Pajak). Adapun total dana repatriasi adalah sebesar Rp137 triliun.

Artinya, masih terdapat Rp67,8 triliun tarif tebusan yang harus diterima oleh pemerintah. Apabila tarif tebusan ini diraih, maka target sebesar Rp165 triliun tentunya akan dapat tercapai hingga akhir periode ketiga pada Maret 2017 mendatang.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini