Image

United Tractors Akuisisi 80,1% Saham SMM

Agregasi Senin 17 Oktober 2016, 15:39 WIB
https img k okeinfo net content 2016 10 17 278 1516929 united tractors akuisisi 80 1 saham smm sY6buXo9zz jpg Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak perusahaan, PT Tuah Turangga Agung (TTA), membeli 80,1 persen saham dalam PT Suprabari Mapanindo Minerals (SMM). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Conditional Shares and Purchase Agreements (CSPA) oleh TTA dengan Vasse Holdings Pte, Ltd, Saiman Ernawan, Eddy Winata, serta PT Cipta Olah Alam Lestari pada 11 Oktober 2016.

Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K Loebis mengatakan, nilai transaksi maksimum USD45,734 juta di mana nilai tersebut akan disesuaikan pada saat penutupan transaksi karena bergantung pada pemenuhan hak dan kewajiban penjualan kepada TTA, sebagaimana diatur dalam CSPA.

Disebutkan, nilai transaksi tersebut masih di batas bawah nilai (treshold) ekuitas perseroan dan bukan merupakan transaksi afiliasi atau benturan kepentingan. Menurut Sara, penutupan transaksi akan efektif setelah seluruh kondisi prasyarat yang ditetapkan dalam CSPA telah terpenuhi, yang disepakati tidak lebih dari enam bulan, terhitung sejak penandatanganan CSPA.

Setelah penutupan transaksi efektif, maka kepemilikan saham TTA di SMM sebesar 80,1 persen dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh pada SMM. Pada semester I 2016, TTA mencatat penjualan batu bara sebanyak 4,5 juta ton atau meningkat 58 persen. Dengan adanya pertumbuhan tersebut, maka pendapatan dari unit usaha pertambangan naik sebesar 35 persen menjadi Rp3,2 triliun.

Asal tahu saja, ekspansi bisnis UNTR cukup agresif di tengah lesunya bisnis alat berat sebagai dampak belum pulihnya harga komoditas dunia. Teranyar, perseroan mendirikan anak usaha baru di Singapura dengan nama Unitra Power Pte. Ltd (Unitra). Anak usaha yang perseroan dirikan di Singapura merupakan perusahaan investasi (holding company).

”Tujuan pendirian Unitra adalah sebagai bentuk ekspansi dan diversifikasi seluruh kegiatan usaha grup kami," ujarnya.

Untuk mendirikan anak usaha tersebut, perusahaan yang tergabung dalam grup konglomerasi Astra ini menggelontorkan dana sebesar SGD 20 ribu. Susunan Direksi Unitra nantinya diisi oleh Iwan Hadiantoro, Muliady Sutio dan Pepen Handianto Danuatmadja yang ketiganya menjabat sebagai direktur.

Saat ini UNTR tenga mensiasati lesunya bisnis alat berat dengan melakukan diversifikasi usaha di sektor infrastruktur. Salah satu aksi korporasinya, anak usaha dari PT Astra Internasional Tbk (ASII) ini mengakuisisi PT Acset Indonusa Tbk (ACST) sebagai perusahaan di bidang konstruksi.

Tahun ini, PT Acset Indonusa Tbk menggelar penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan menargetkan dana segar dari pasar sebesar Rp600 miliar.

Kini untuk melengkapi bisnis konstruksinya, UNTR mulai membidik pasar luar negeri dengan mendirikan perusahaan investasi di Singapura. Diharapkan hadirnya anak usaha tersebut, mampu mendongkrak bisnis alat berat yang saat ini masih terpuruk dan juga menjadi peluang perseroan meraup potensi pasar konstruksi dan turunannya di negara tetangga.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini